Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kembali terancam pemadaman bergilir akibat terjadinya kerusakan bagian mesin PLTU Asam-Asam unit II.
 

Ketua Tim Pemantauan Pembangunan PLTU Asam-Asam  Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Hadi Susilo di Banjarmasin, Rabu mengatakan saat ini kipas PLTU Asam-Asam unit II mengalami kerusakan sehingga operasionalnya tidak maksimal.
 
"Seharusnya mesin unit II PLTU Asam-Asam mampu menghasilkan 65 megawatt, tetapi karena rusak kini hanya mampu menghasilkan daya 56 megawatt," katanya.
 
Seharusnya, kata dia, mesin pembangkit II tersebut sudah harus dilakukan perbaikan atau "overhould" sejak beberapa waktu lalu, namun karena pembangunan mesin PLTU Asam-Asam III penyelesaiannya kembali molor sehingga rencana perbaikan kembali tertunda.
 
Direncanakan pembangkit III akan selesai dan diresmikan pada Februari 2012, namun bila ternyata kembali molor dan pembangkit II harus melakukan perbaikan maka Kalsel akan kekurangan daya hingga 45 megawatt.
 
"Bila hal tersebut terjadi, maka pemadaman bergilir mau tidak mau harus kembali terjadi," katanya.
 
Apalagi kata dia, perbaikan mesin unit II yang biasanya hanya memakan waktu antara empat sampai lima hari, pada saat ini direncanakan hingga 86 hari karena kerusakan yang cukup parah.
 
Memastikan bahwa pembangunan PLTU Asam-Asam unit III selesai pada Februari tim Pemprov akan mengadakan pertemuan dengan PLN dan kontraktor untuk membahas masalah tersebut.
 
"Rencananya kita juga akan membahas masalah peresmian pemanfaatan PLTU Asam-Asam tersebut," katanya.
 
Dari informasi, tambah Susilo, pembangunan PLTU Asam-Asam mendapatkan perhatian cukup serius dari pemerintah dibandingkan pembangunan pembangkit di provinsi lainnya.
 
Gubernur Kalsel Rudy Ariffin berharap, bila persoalan pembangunan PLTU Asam-Asam telah tuntas dan bisa dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan energi sebagaimana diharapkan masyarakat, maka dinas dan instansi terkait segera menyusun rencana pembangunan energi jangka panjang.
 
"Kedepan harus ada rencana pembangunan energi listrik terpadu untuk memenuhi kebutuhan listrik jangka panjang," katanya.
 
Menurut Gubernur, pertumbuhan kebutuhan energi di Kalsel cukup pesat, sehingga harus ada terobosan-terobosan kekurangan energi listrik sebagaimana terjadi saat ini tidak terulang dimasa mendatang.B/B 
  




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026