Banjarbaru (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarbaru mematangkan strategi percepatan penanganan stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dalam Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan tematik Stunting 2026.

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby membuka kegiatan yang diikuti 86 pemangku kepentingan sebagai forum penyelarasan rencana intervensi gizi lebih terintegrasi berbasis kondisi riil di Aula Gawi Sabarataan, Rabu.

"Stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah sehingga anak-anak harus diselamatkan," ujar wali kota usai kegiatan.

Menurut Lisa, anak-anak yang tumbuh sehat dan optimal menjadi penopang kemajuan Banjarbaru di masa akan datang sehingga seluruh pihak baik tenaga kesehatan hingga masyarakat, harus terus menjaga kerja sama.

Baca juga: Sekretaris DPRD Banjarbaru Arnawaty siap bawa ASDEKSI Kalsel lebih didengar pusat

Lisa mengingatkan, meski Banjarbaru berada pada posisi kedua terendah angka stunting di Kalsel tetapi upaya penanganan tidak boleh lengah dan intervensi harus menyentuh aspek mendasar di kehidupan masyarakat.

"Penanganan harus dimulai dari hal yang paling dekat dengan keseharian, seperti pemenuhan gizi keluarga, pola asuh anak, kebersihan lingkungan, perbaikan sanitasi," ujar wali kota perempuan pertama di Banjarbaru itu.

Dikatakan, pihaknya juga mendorong ada pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal sehingga selain mengenalkan berbagai produk pangan lokal juga diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca juga: SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru catat pendaftaran siswa tembus hingga 2030

Lisa menjelaskan, Pemkot Banjarbaru melalui pra musrenbang tidak hanya memaparkan hasil evaluasi program, tetapi juga membangun komitmen bersama untuk menyepakati langkah ke depan secara terbuka dan terukur.

"Apa yang kita rencanakan hari ini semoga benar-benar menjadi langkah nyata. Saya ingin semua pihak mendiskusikan secara terbuka kondisi nyata di lapangan agar intervensi kita tepat sasaran," pesannya.

Dikatakan, sebagai bentuk konkret, kegiatan juga dirangkai penyaluran bantuan melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang merupakan program sebagai wujud kolaborasi lintas sektor.

"Pemangku kepentingan berperan sebagai orang tua asuh memastikan pemenuhan gizi bagi anak-anak yang membutuhkan intervensi khusus guna memperkuat percepatan penurunan stunting di Banjarbaru," katanya.

Baca juga: Wali Kota Lisa tinjau uji coba CFD, warga antusias hingga dongkrak UMKM

Sementara, peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, mulai dari jajaran SKPD, camat dan lurah se-Banjarbaru kepala puskesmas, hingga elemen masyarakat seperti Forum RT/RW dan kader posyandu.

Hadir pula perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Kementerian Agama Banjarbaru, Ketua Forum Kota Sehat, serta seluruh anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Banjarbaru.

 

 



Pewarta: Yose Rizal
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026