Banjar, Kalsel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), memfokuskan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027, sebagai forum merumuskan solusi konkret atas berbagai persoalan daerah yang berdampak langsung pada masyarakat.
Kegiatan yang digelar di William Tandiono Building, Kecamatan Gambut, itu menitikberatkan penyusunan program prioritas berbasis masalah, mulai dari sektor pendidikan, kebencanaan hingga keterbatasan anggaran daerah.
Bupati Banjar Saidi Mansyur di Gambut, Kabupaten Banjar, Selasa, menegaskan musrenbang bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah menyusun langkah penyelesaian yang terukur dan dapat diimplementasikan.
“Tantangan tersebut antara lain masih adanya anak tidak sekolah, belum optimalnya penyetaraan pendidikan di pesantren dan tingginya risiko bencana banjir. Tantangan ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan dimitigasi dengan baik,” ujarnya.
Dia menjelaskan, setiap usulan yang masuk harus diarahkan menjadi program yang mampu menjawab akar persoalan, bukan hanya bersifat administratif.
Menurut Saidi, penurunan dana transfer pusat juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam menentukan program yang benar-benar prioritas dan berdampak luas.
“Apapun yang menjadi keinginan dalam rangka pembangunan di Kabupaten Banjar disampaikan melalui forum ini untuk mencari solusi dan dimaksimalkan dengan baik,” katanya.
Dia juga menambahkan, pendekatan berbasis data dan analisis menjadi kunci agar solusi yang dihasilkan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berkelanjutan.
Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, akademisi dan dunia usaha dinilai penting untuk memperkuat implementasi solusi di lapangan.
“Pembangunan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat dengan kolaborasi seluruh pihak dengan berlandaskan gotong royong dan berkeadilan,” ucapnya.
Melalui forum ini, pemerintah daerah juga mendorong perangkat daerah untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan kinerja, sehingga setiap program yang dijalankan benar-benar mampu menyelesaikan persoalan riil di masyarakat.
Pewarta: Gunawan WibisonoEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026