Banjarmasin (ANTARA) - Guru Haji Saiful Anshari dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengingatkan kaum Muslim tentang zakat fitrah dan Idul Fitri. 

"Zakat fitrah, selain merupakan kewajiban bagi kaum Muslim yang berkemampuan, juga mengandung nilai-nilai sosial kemasyarakatan," ujar Guru Saiful dalam tausyiahnya sesudah shalat Subuh, Selasa. 

Menurut dia, perlu kehati-hatian dalam mengeluarkan zakat fitrah agar betul-betul bernilai keagamaan, terutama untuk penerima orang benar-benar berhak. 

Mengenai Idul Fitri, Guru Saiful mengingatkan, jangan persoalkan kalau terjadi perbedaan misalnya antara orang-orang dari organisasi Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama  (NU). 

"Sebenarnya NU dan Muhammadiyah punya dasar perhitungan atau ilmu hisab yang sama. Hanya saja NU juga gunakan rukyat yaitu hidupnya bulan betul-betul terlihat," lanjut Guru Saiful. 

Guru Saiful berpendapat, dengan penganut keyakinan beragama yang cukup beragam seperti Indonesia sulit menentukan awal Ramadhan dan Syawal dengan sistem Mufti. 

Baca juga: Guru Saiful ungkap rahasia "Lailatul Qadar"

"Beda dengan Negeri Jiran Malaysia dan Brunei Darussalam mereka gunakan Mufti untuk tentukan awal  Ramadhan dan Syawal sebagaimana negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Mesir," ujarnya. 

Guru yang pernah mondok di Jawa dan daerah hulu sungai atau "Banua Anam" Kalsel seperti Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Pemangkih Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) itu menyebutkan, ada 12 buah syarat seorang Mufti. 

Baca juga: Guru Saiful ungkap rahasia makna puasa Ramadhan

"Persyaratan seseorang untuk bisa menjadi mufti antara lain bersikap adil,  aspek kepribadian dan keilmuan yang tinggi (terutama generasi Islami.) dan lainnya," demikian Guru Saiful Anshari. 

Guru H Saiful Anshari saat tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, sesudah shalat Subuh, Senin (17/3/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026