Pelaihari (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tanah Laut, Kalimantan Selatan AKBP Ricky Boy Siallagan mengimbau, kepada masyarakat maupun anggota Polri agar tak melakukan Panic buying (pembelian panik) yang justru dapat memperburuk kondisi perekonomian.
“Jangan sampai kita ikut terpengaruh dengan situasi yang dapat memicu kepanikan. Jalani kehidupan seperti biasa dan tetap fokus dalam menjalankan tugas serta pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya, saat saat apel pagi jam pimpinan di halaman Mapolres Tanah Laut, Senin.
Kapolres juga menegaskan, kepada seluruh anggota Polres Tanah Laut menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi, seperti penyalahgunaan narkotika, keterlibatan dalam pinjaman online ilegal maupun praktik judi online.
“Jangan sampai ada anggota yang terlibat narkotika, pinjol maupun judi online. Hal tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga mencoreng nama baik institusi Polri,” tegasnya.
Baca juga: Operasi Ketupat Intan 2026 fokus amankan mudik Lebaran di Tanah Laut
Dalam kesempatan itu, dia mengingatkan, kepada seluruh anggota untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan menekankan agar setiap personel selalu mengingat hal-hal baik yang telah diberikan Tuhan dalam kehidupan, sehingga dapat menumbuhkan semangat dan motivasi dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
Selain itu, AKBP Ricky Boy Siallagan juga menyinggung situasi global yang saat ini dapat berdampak pada kondisi ekonomi, khususnya terkait isu perang di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
Kemudian, dia mengingatkan, seluruh personel terkait pelaksanaan pengamanan Hari Raya Idul Fitri melalui Operasi Ketupat dan meminta seluruh anggota untuk menjaga stamina dan kesehatan agar tetap prima dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat selama rangkaian perayaan Idul Fitri.
