Begitu pula semangat gotong royong harus kita galakkan seperti Kota Banjarmasin dalam menghadapi darurat sampah,"

Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz Nurkhozin Fahmi Hamdi atau yang akrab dengan sapaan "Utuh Kurihing" menyatakan bahwa puasa menghilangkan ego manusia.

"Pasalnya puasa itu (apakah bulan Ramadhan ataupun hari-hari biasa) harus patuhi aturan, tidak bisa semaunya sendiri," ujarnya saat Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai Nilai Ideologi Pancasila atau Wawasan Kebangsaan di Banjarmasin, Ahad. 

Utuh Kurihing mencontohkan, untuk berbuka puasa dan makan sahur harus sesuai ketentuan waktu. "Kalau tak sesuai ketentuan waktu atau maunya sendiri puasanya bisa tidak sah," katanya. 

Contoh lain misalnya terjadi perbedaan lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, yang duluan dalam makan minum harus bisa kendalikan diri jangan membuat orang yang belakangan berlebaran jadi tersinggung, ujar Ustadz yang pernah mengisi acara di Banjar TV itu. 

Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai Nilai Ideologi Pancasila atau Sosper itu oleh Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Suripno Sumas dengan topik "Merajut Kebersamaan Dalam Perbedaan dan Mengaktualisasikan Semangat Gotong Royong".

Dalam Sosrev atau Wasbang  tersebut menghadirkan dua narasumber masing-masing Ustadz Utuh Kurihing untuk topik Merajut Kebersamaan Dalam Perbedaan, dan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin H Dedy Shopian dengan topik Mengaktualisasikan Semangat Gotong Royong. 

Baca juga: Ketua DPRD Kalsel temui dan terima aksi massa di ruang paripurna

Sebelumnya, Suripno yang juga Wakil Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel mengatakan, bahwa kebersamaan yang merupakan perwujudan dari Persatuan Indonesia atau Sila Ketiga sebuah keniscayaan. "Apalagi menghadapi suasana dunia seperti sekarang terjadi perang antara Iran dan Israel," katanya. 

"Begitu pula semangat gotong royong harus kita galakkan seperti Kota Banjarmasin dalam menghadapi darurat sampah," demikian Suripno Sumas, alumnus Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu. 

Suasana Sosmed oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H Suripno Sumas saat di Jalan Meratus Banjarmasin,. Ahad (15/3/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

Sementara Dedy mengimbau warga Kota Banjarmasin, terutama peserta Sosrev,. selain jangan membuang sampah sembarangan, alangkah baik kalau sampah rumah tangga dipilah terlebih dahulu sebelum membuang ke tempat pembuangan sementara (TPS). 

"Pemilihan sampah tersebut untuk membantu/meringankan petugas kebersihan. Kan kalau sampah bernilai ekonomi bisa dimanfaatkan seperti diolah menjadi kompos," ujar Dedy Shopian. 

Peserta Sosrev yang berlangsung di Jalan Meratus Banjarmasin kali ini warga masyarakat, serta fungsionaris/kader PKB Kecamatan Banjarmasin Barat, sebelumnya, Sabtu (14/3/2026) dari Kecamatan Banjarmasin Tengah. 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026