Banjarmasin (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga membidangi keagamaan, H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah laksanakan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai Nilai Ideologi Pancasila atau Sosrev bersama insan pers.
"Keberadaan insan pers bukan cuma untuk pemberitaan, tapi lebih dari itusangat membantu menjaga kondusif suatu daerah ataupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Gt Iskandar, usai berbuka puasa bersama wartawan/anggota Press Room DPRD Kalsel di Banjarmasin, Jum'at malam.
Menurut politikus senior Partai Golkar dan mantan Anggota DPR RI itu, pers mempunyai peran penting dalam penyebarluasan berita dan mengkomunikasikan antara pemerintah dengan rakyat, baik secara langsung maupun tidak langsung seperti lewat pemberitaan.
Begitu pula tanpa wartawan, mungkin DPRD Kalsel, baik secara perorangan maupun kelembagaan tak berarti apa-apa, ujar Gt Iskandar yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD provinsi setempat di sela-sela Sosrev atau wawasan kebangsaan (Wasbang) tersebut.
Gt Iskandar yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kalsel berharap, kemiskinan atau kerja sama antara DPRD dengan insan pers, baik secara perorangan ataupun kelembagaan tetap terjaga, dan jika memungkinkan lebih meningkat.
"Kerja sama antara DPRD Kalsel dengan insan pers sudah cukup baik. Alhamdulillah kalau bisa kita tingkatkan lagi, " tegas Gt Iskandar saat Sosrev dan buka bersama dengan wartawan/insan pers di Tree Park Hotel - Jalan A. Yani km6,5 Banjarmasin.
Sementara Koordinator Press. Room DPRD Kalsel Ipik Gandamana menyatakan terima kasih dan syukur atas kerja sama yang baik selama ini seperti dengan Sekretariat Dewan (Setwan) serta wakil-wakil rakyat tingkat provinsi setempat.
"Pada prinsipnya, kami siap bekerjasama, memberikan koreksi yang konstruktif guna kemaslahatan Banua," ujar Ipik Gandamana.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.