Memang sangat berat ini, tapi kita akan tetap berjuang
Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, harus berjuang keras untuk mewujudkan sebanyak 33 Tempat Pengolahan Sampah sistem Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) sebagai salah satu syarat untuk meraih penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Alive Yoesfah Love di Banjarmasin, Kamis, menyampaikan, syarat kota untuk meraih Adipura atau penghargaan menjaga kebersihan, keteduhan dan pengelolaan lingkungan perkotaan secara berkelanjutan dari Kemen-LH makin berat.
"Salah satunya untuk kota kita ini harus memiliki TPS-3R minimal sebanyak 33 titik," ujarnya.
Baca juga: Wali Kota Yamin gemakan pilah sampah plastik saat Safari Ramadhan
Menurut dia, salah satu syarat ini memang sangat berat diwujudkan keseluruhan melihat kondisi lahan yang minim untuk standar dibangunnya TPS-3R di kota ini.
Sebab pemahaman masyarakat belum begitu baik untuk hidup berdampingan dengan TPS-3R, hingga perlu sosialisasi maksimal.
"Memang sangat berat ini, tapi kita akan tetap berjuang," ujarnya.
Selain terkait TPS-3R, ungkap Alive, Banjarmasin juga harus memaksimalkan peran bank sampah di lingkungan masyarakat.
Baca juga: DPRD Banjarmasin: Ribuan agen 3R berpengaruh tangani darurat sampah
"Yang pasti itu kita maksimalkan pemilahan sampah dari sumbernya atau menggerakkan masyarakat memilah sampah sebelum dibuang ke TPS," ujarnya.
Perjuangan Kota Banjarmasin untuk penanganan dan pengelolaan sampah dan lingkungan sejauh ini baru mendapatkan nilai 42 poin dari Kemen-LH, masih perlu 20 poin atau nilai 62 poin untuk menjadi kandidat kota Adipura.
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Ridho Akbar meminta pemerintah kota untuk lebih serius lagi melakukan pengelolaan sampah.
Sebab, kata dia, dengan nilai yang diraih saat ini Kota Banjarmasin masuk kota pembinan dari Kemen-LH.
"Kota kita masuk kategori di tengah ini, tahun depan ditargat naik untuk bisa meraih nilai 62 poin," ujarnya.
Memang, ungkap dia, untuk tahun ini tidak ada kota di Indonesia yang meraih penghargaan Adipura, karena syaratnya diperberat Kemen-LH, tentunya dengan tujuan kota/kabupaten yang meraih itu betul-betul sesuai kenyataan.
"Kita harus berjuang keras ini, sehingga kota kita memang patut meraih Adipura," ujarnya.
Pewarta: SukarliEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026