Anggota tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari jajaran Polda Jatim, Kamis mulai menyelidiki penyebab terjadinya ledakan tanker di wilayah Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan yang tejadi pada Rabu (20/10).
       
Meskipun diiringi hujan gerimis yang tidak kunjung reda hingga menjelang malam hari tiga orang anggota Labfor dibantu puluhan polisi jajaran Polres Tanah Bumbu tetap bersemangat melakukan identifikasi terhadap bangkai tanker yang sudah hangus terbakar itu.
       
"Tahap awal yang kami lakukan masih sebatas orientasi atau pengenalam medan. Selanjutnya penyelidikan baru kami rencanakan besok," kata Ketua Tim Labfor AKBP Joko yang menangani kasus tersebut di Batulicin, Kamis. 
   
Bangkai tanker milik perusahaan PT Kharisma Antasan Abadi itu saat ini terdampar di Perairan Sungai Batulicin yang letaknya tidak jauh dari wilayah kantor tempatnya berlabuh.
        
Sejak seminggu yang lalu kapal bermuatan bahan bakar minyak jenis solar sekitar 429 ton itu untuk didistribusikan kesejumlah pelanggan di daerah tersebut.
        
Tanpa diketahui sebabnya tiba-tiba saja sekitar pukul 10.15 Wita kapal meledak dan akhirnya terbakar saat dalam proses akhir penyelesaian bongkar BBM.
        
Meski sudah banyak muatan minyak yang dipindahkan atau dibogkar namun sisanya BBM yang habis terbakar dalam musibah tersebut masih mencapai puluhan ton solar.
       
Dua orang ABK yang bertugas membongkar BBM satu diantaranya berhasil selamat karena sempat terjun ke sungai saat ledakan berlangsung. Sedangkan Taufik Rahman (27) ditemukan tewas karena terjebak api di dalam kapal.   
   
Dahsyatnya ledakan mengakibatkan rumah di sekitar dermaga yang biasa digunakan sebagai kantor perusahaan tersebut turut porak-poranda. Atap dan plafon beterbangan termasuk kursi dan sejumlah peralatan kantor lain berantakan terkena imbas ledakan api dari atas kapal.
       
Dahsyatnya ledakan tersebut membuat warga banyak yang tidak berani mendekat untuk memadamkan api. Barisan pemadam kebakaran milik pemerintah daerah setempat yang turut menangani musibah itu juga masih tidak mampu memadamkan kobaran api.
       
Petugas berwajib hingga kini masih berusaha melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab terjadinya ledakan kapal tersebut.
       
"Penyelidikan mungkin berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Masalahnya saat ini juga masih belum ada saksi bisa dimintai keterangkan," kata Ketua Tim Labfor AKBP Joko.


: Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026