Ini sebagai wujud perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada masyarakat.Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Pelaksanaan prosesi penyembelihan hewan kurban dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1438 H, boleh berakhir.
Namun nilai-nilai keteladanan sosial dalam memaknai ibadah kurban dengan cara tetap menebar kebaikan untuk sesama, harus terus dihidupkan atau digelorakan.
Hal tersebut diutarakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Drs H Abdul Haris MSi, sebagai ungkapan syukur atas antusiasnya para pegawai di jajarannya yang turut berbagi melalui penyediaan sapi kurban menyambut Hari Raya Idul Adha 1438 H.
Keteladanan itu juga telah dicontohkan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dan Wakil Gubernur H Rudy Resnawan yang lebih awal menebar hewan kurban untuk masyarakat sebagai wujud kepedulian dan perhatian.
Menurut Sekdaprov Kalsel, jumlah hewan sapi yang disumbangkan para pegawai pemerintah provinsi sebanyak 56 ekor. Hewan kurban tersebut dibagikan kepada masyarakat di sejumlah kabupaten/kota di Kalsel.
Pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Humas Setdaprov Kasel ini mengatakan, pembagian hewan qurban tersebut sebagai wujud kepedulian dan perhatian pemerintah provinsi kepada masyarakat.
"Ini sebagai wujud perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada masyarakat. Tujuan lain adalah untuk merekatkan kebersamaan pemerintah daerah khususnya pegawai dengan masyarakat," terangnya, baru-baru tadi.
Dikatakan sekdaprov, momentum Hari Raya Idul Adha 1438 H ini juga dimaknai sebagai upaya untuk terus mempererat silaturahmi serta mengokohkan kekeluargaan yang telah tercipta selama ini.
Sementara itu Koordinator Pendsitribusian Hewan Kurban Pemprov Kalsel Drs H Gusti Yanuar Noor Rifa’i, mengatakan, berat rata-rata sapi kurban di kisaran 800-900 kilo gram.
"Jumlah sapi qurban yang dibagikan sebanyak 56 ekor dan dibagikan di 4 daerah yakni Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala," terang Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Ekonomi dan Pembangunan .
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.