Menurut saya perusahaan daerah itu dibentuk untuk kepentingan masyarakat, tidak hanya semata mengejar laba atau keuntungan kelompok tertentu saja
Balangan (ANTARA) - Penyertaan modal sebesar Rp20 miliar telah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Balangan terhadap PT Air Minum Sanggam Balangan (AMSB) pada tahun 2024 lalu, namun pelayanan perusahaan air minum daerah setempat dinilai masih buruk oleh masyarakat.
“Menurut saya perusahaan daerah itu dibentuk untuk kepentingan masyarakat, tidak hanya semata mengejar laba atau keuntungan kelompok tertentu saja,” kata Ahdi warga Balangan kepada ANTARA, Senin.
Baca juga: Warga Balai Pangeran pertanyakan air PDAM tidak ngalir selama 24 jam
Apalagi ujar Ahdi saat ini PDAM Balangan sudah menerima penyertaan modal puluhan miliar rupiah dari APBD, maka orientasi utamanya seharusnya menjaga keterjangkauan tarif dan kualitas pelayanan publik.
Menurut Ahdi jika dalam kondisi untung saja justru tarif tetap naik dan penyertaan modal diparkir, masyarakat bingung pengembangan usahanya seperti apa, sehingga dapat menimbulkan penyimpangan pendirian BUMD sendiri.
Warga tersebut menegaskan bahwa praktik seperti ini kurang produktif, karena dapat berpotensi merugikan masyarakat serta mencederai prinsip akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Balangan Hafis Anshari, juga menyoroti hingga sampai saat ini pelayanan PDAM setempat kepada warga masih belum maksimal dan masih sangat banyak keluhan.
Baca juga: Kejari Balangan hentikan pendampingan hukum PTAM Sanggam
“Kita juga sudah bingung sudah sering kita tanyakan tapi jawabannya kurang lebih saja, nanti kami panggil ke DPRD untuk minta klarifikasi resmi terkait keuangan mereka,” ujar Hafis.
Terkait adanya kabar angin terkait adanya tarik menarik kepentingan pada PDAM Balangan untuk penyertaan modal sebesar Rp20 miliar, Politisi dari PKS ini sangat berharap hal tersebut tidak sampai terjadi dan PDAM diminta hanya fokus untuk melayani masyarakat saja.
Pewarta: Ragil DarmawanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026