Tanjung (ANTARA) - Libur sekolah sering kali membuat rutinitas anak berubah mengingat waktu bermain bertambah, sementara kebiasaan disiplin dan tanggung jawab kerap terabaikan.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada Muhammad Alifanor Aldian, siswa Kelompok B dari PAUD IT Al Huda Karim Desa Kasiau Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Selama masa libur sekolah, Aldian tetap menjalani hari-harinya dengan kegiatan yang terarah dan bermanfaat.
Baca juga: Kalsel kemarin dari kompetensi guru PAUD hingga pengrajin purun
Selain bermain sepeda, bermain mainan, serta menonton televisi dan bermain game dengan batasan waktu, Aldian juga aktif membantu orang tua di rumah.
Ia terbiasa mencuci piring setelah makan, membersihkan sisa nasi yang jatuh di lantai, membereskan mainannya sendiri, serta menjaga adiknya ketika orang tua sedang sibuk.
Orang tua Aldian, Nindy Alifani Meiriska, menyampaikan bahwa kebiasaan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi dibangun melalui pendampingan dan contoh yang konsisten di rumah.
“Kami memberikan contoh langsung dan mendampingi Aldian dalam kegiatan sehari-hari, seperti membereskan mainan dan mencuci piring. Hampir setiap hari kami lakukan agar anak terbiasa dan bisa melakukannya sendiri,” jelasnya.
Perubahan sikap ini menjadi hal yang penting bagi keluarga.
Di tengah kesibukan orang tua dan tantangan pengasuhan saat ini, anak yang mulai mandiri memberi dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah, kami sangat senang dan terharu melihat Aldian yang mulai mandiri. Selain meringankan pekerjaan rumah, kami berharap kebiasaan baik ini bisa terus berlanjut ke depannya,” tambah Nindy.
Dari sisi sekolah, guru Siti Sarinah menegaskan bahwa kebiasaan baik anak selama libur sekolah menunjukkan keberhasilan pembiasaan karakter yang dilakukan sejak dini.
“Di sekolah, anak-anak dibiasakan dengan kegiatan positif setiap hari. Guru memberi contoh, latihan rutin, dan kegiatan yang menyenangkan agar anak memahami tanggung jawab dan kemandirian,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembiasaan tersebut dilakukan melalui rutinitas sederhana namun konsisten.
“Anak-anak dibiasakan membereskan mainan dan wadah makan sendiri, berbagi dengan teman, serta bersikap sopan. Kami juga selalu memberikan apresiasi agar anak termotivasi,” katanya.
Kondisi ini menjadi catatan penting bahwa masa libur sekolah tidak harus menjadi jeda dari proses pembentukan karakter.
Baca juga: Guru PAUD rasakan manfaat pendekatan Deep Learning dampingi perkembangan anak
Justru, libur sekolah dapat menjadi ruang praktik nilai-nilai baik yang telah dipelajari anak di sekolah, terutama ketika terdapat sinergi antara guru dan orang tua.
Cerita Aldian menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan yang menekankan pembiasaan karakter mampu menjaga konsistensi perilaku anak, baik di sekolah maupun di rumah.
Inilah yang menjadi tujuan dari Program PAUD Berkarakter YABN, yang membina PAUD agar tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga menanamkan nilai kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sejak usia dini.
