Tanjung (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip)  Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan menggelar kegiatan "Story Telling" dengan menghadirkan pustawan dari Perpustakaan Nasional untuk memperkuat budaya literasi di daerah.

Kepala Dispersip Kabupaten Tabalong Noqrhayati mengatakan kegiatan ini sekaligus  untuk menginspirasi, memotivasi dan mengkomunikasikan pesan secara efektif secara lebih rinci.

Baca juga: Kalsel gencarkan "story telling" promosi potensi parekraf di Batola

"Story telling dapat mengembangkan berbagai aspek seperti kognitif, emosional, sosial dan moral," jelas Norhayati, Kamis.

Termasuk membantu meningkatkan imajinasi, empati, kemampuan berbahasa, konsentrasi dan kepercayaan diri.

Peserta Story telling dari tim penggerak PKK kecamatan, kepala sekolah SD/SMP,  pengelola perpustakaan desa hingga komunitas pegiat literasi mendapat wawasan terkait konsep bercerita yang disampaikan Yudhi Firmansyah dan Sadariah Ariningrum dari Perpustakaan Nasional.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tabalong Hj Hamida Munawarah mengatakan kegiatan "Story Telling" ini bisa menumbuhkan kecintaan terhadap buku dan cerita khususnya di kalangan anak-anak.

Baca juga: BP Geopark Meratus ingatkan Tapin pentingnya "story telling" untuk wisata

"Dari sebuah cerita anak dapat belajar disiplin, tanggungjawab, kejujuran, empati hingga cinta tanah air," jelas Hamida.

Pemkab Tabalong terus berkomitmen mendukung program literasi mulai dari penyediaan fasilitas buku bacaan, pengembangan titik baca hingga pelatihan bagi pegiat literasi agar semakin profesional dan berdampak



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026