Banjarbaru (ANTARA) - Pakar Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (FKIK ULM) Prof. Dr. Husaini, SKM., M.Kes mengatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polri yang ada di Kalimantan Selatan telah memenuhi keamanan pangan dan menerapkan Standar Operational Prosedur (SOP).
"Hasil peninjauan kami tim FKIK ULM terhadap tiga SPPG milik Polri yakni yang dikelola Polda Kalsel di Banjarbaru, SPPG Angsau Dua milik Polres Tanah Laut dan SPPG Polres Tanah Bumbu semuanya telah memenuhi standar dari Badan Gizi Nasional," kata Husaini di Banjarbaru, Rabu.
Baca juga: Prof Sur, dosen ULM yang hasilkan 286 artikel nasional dan internasional
Menurutnya, dapur SPPG sudah menerapkan prinsip ketahanan pangan (food security), kebersihan, dan variasi menu bergizi seimbang bagi siswa penerima manfaat.
"SPPG Polri ini sudah mencerminkan apa yang disebut food security dan variasi gizi yang baik," jelasnya.
Dalam pengamatannya pula, setiap dapur SPPG telah memiliki sistem kerja yang berjalan rapi dan terukur.
Semua bahan diperiksa ketat, mulai dari sayuran hingga daging, sebelum dimasak oleh juru masak yang telah dilatih dalam pengelolaan gizi anak sekolah.
Menu yang disajikan pun selalu berganti setiap hari. Misalnya hari ini ayam suwir dan sayur bening, besok bisa ikan bakar dan tumis kangkung.
"Tujuannya agar anak-anak tidak bosan sekaligus mendapatkan variasi nutrisi yang lengkap. Ini sebuah inovasi yang bagus mendukung program makan bergizi gratis (MBG)," tegas alumni Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini.

Husaini menyebut keberadaan SPPG Polri di Kalsel ini layak dijadikan percontohan bagi daerah lain. Sebab, selain higienis, sistemnya juga efisien dan transparan.
"Bahkan Pak Kapolda secara terbuka mempersilahkan bagi siapa pun yang ingin berkunjung ke SPPG untuk melihat langsung proses produksi MBG, ini inisiatif yang patut diapresiasi," ucapnya.
Baca juga: Kemdiktisaintek pantau program perkuat kapasitas Ormawa ULM
Sementara Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyatakan komitmennya untuk senantiasa menjaga kualitas MBG melalui proses produksi yang diawasi ketat.
"Makanan tidak boleh didistribusikan sebelum hasil tes keamanan pangan dari Bid Dokkes keluar, jadi prosedurnya sangat ketat dan dikawal tim Propam juga sehingga benar-benar berlapis pengawasannya," tegas Kapolda.

Diketahui SPPG pertama milik Polda Kalsel yang beralamat di Jalan Salak Timur, Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru memiliki bangunan yang representatif dengan sarana prasarana pendukung lengkap untuk produksi 3.169 porsi MBG ke 13 sekolah penerima manfaat.
Beragam inovasi juga diterapkan seperti penggunaan mesin cuci piring model conveyor atau otomatis untuk proses pencucian ompreng hingga dapat berjalan efektif dan efisien.
Kemudian SPPG yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari ini dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang berfungsi membersihkan air yang tercemar dari sisa produksi sebelum dibuang ke badan air atau lingkungan lainnya guna memenuhi baku mutu yang berlaku sebelum dibuang.
Kapolda mengatakan Polda Kalsel dan seluruh jajaran mendukung sepenuhnya program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para pelajar.
SPPG yang dikelola untuk produksi MBG merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masa depan generasi penerus bangsa dengan harapan anak-anak dapat tumbuh sehat dan berprestasi, sehingga mampu berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
