Marabahan (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Kuala (DLH Batola), Kalimantan Selatan, berencana pada Tahun Anggaran 2026 akan menata Hutan Kota dan kawasan Tamam Medsos di samping Jembatan Rumpiang Marabahan.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan (Kabid PPKL) DLH Batola Ihsan Fahri mengungkapkan, pada 2026 DLH Batola akan melakukan peningkatan kapasitas sarana dan prasarana di Hutan Kota Marabahan dan Tamam Medsos.
"Seperti membuat cafe dan tempat-tempat kumpul sosial masyarakat untuk meningkatkan keakraban, termasuk ada tempat usaha bagi UMKM untuk berjualan di tempat tersebut, " ujar Ihsan Fahri, ketika ditemui di kantornya, di Marabahan, Kamis.
Baca juga: DLH Batola: Program Adipura mendorong partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha
Menurut pria ramah ini, diwacanakan Hutan Kota tersebut menjadi stan miniatur 17 kecamatan di Kabupaten Batola.
"Jadi masing-masing stan kecamatan itu nantinya memajang produk unggulan, kerajinan dan termasuk kuliner khas mereka," ucap magister lingkungan ini.
Diharapkan Kabid PPKL DLH Batola, apabila ini bisa terwujud, maka Kota Marabahan sebagai ibukota kabupaten akan memiliki destinasi wisata baru.
"Bahkan dari kegiatan tersebut akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan pada akhirnya dapat menyumbang pendapatan bagi daerah," jelas Ihsan Fahri.
Baca juga: DLH Batola gelar aksi tukar sampah jadi sembako
Penataan kawasan, lanjut dia, juga akan dillakukan DLH Batola terhadap Taman Medsos di samping Jembatan Rumpiang.
"Selain dua taman ini kita juga memperhatikan taman lainnya di Kota Marabahan dan di luar Kota Marabahan," ungkapnya.
Kemudian, papar dia, DLH Batola akan merencanakan pembangunan Taman Terbuka Hijau di kawasan Handil Bakti, Kecamatan Alalak.
"Handil Bakti sebagai pintu gerbang Kalimantan Selatan dan Kabupaten Batola perlu kita benahi, terutama pemasangan lampu dan bangun tamannya," terangnya.
Baca juga: Kadis DLH berharap semua desa di Batola menjadi Desa Proklim
Dia berharap, untuk penataan taman-taman di Batola ada keterlibatan pihak swasta dan dinas terkait.
"Pihak swasta bisa membantu melalui CSR dan dinas terkait seperti Dishub dalam pengaturan parkir, Diskopperdag memfasilitasi UMKM dan Dispora bisa memberikan hiburan rakyat," demikian tutup Ihsan Fahri.
