Menurut Kepala bidang pencegahan penyakit menular (P2M) dan penyehatan lingkungan, Dinas Kesehatan Tabalong, H Maksum Dahlan, di Tanjung, Senin, pembagian 61 ribu kelambu itu bersumber dari dana internasional, yakni Global Fund Aids Tubercolosis and Malaria (GFATM).
"Tabalong mendapat jatah 61 ribu kelambu dan rencananya akan kita bagikan di beberapa kecamatan yang merupakan daerah endemis malaria," kata Maksum.
Wilayah yang diprioritaskan mendapatkan kelambu gratis ujar Maksum, yaitu warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan di antaranya Kecamatan Jaro, Muara Uya, Upau, Haruai dan Bintang Ara.
"Warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan beresiko paling besar terjangkit malaria karena itu mereka kita prioritaskan mendapatkan bantuan kelambu yang sudah dicelup pertisida," ujarnya.
Untuk mengurangi penyebaran malaria di Bumi Sarabakawa itu, Dinas Kesehatan Tabalong menggelar pelatihan pemanau malaria dan pengolahan data atau laporan bagi pengelola program malaria di puskesmas.
Menurut Plt Kadis Kesehatan Tabalong Wahyu Subadi, perlu upaya peningkatan kemampuan petugas dalam membuat pelaporan sehingga bisa memudahkan penanggulangan malaria di Tabalong.
Data di Dinas Kesehatan Tabalong jumlah kasus malaria mencapai 289 kasus positif pada 2010 dan 771 kasus klinis (2010).
Sedangkan 2009, kasus malaria yang positif mencapai 546 kasus dan klinis 1.833 kasus.
: Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.