Pemerintah daerah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, menyiapkan anggaran dana sebesar Rp500 juta untuk membeli sapi bunting dalam rangka program penyelamatan sapi betina produktif.



Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura, Peternakan dan Perikanan (PTPHPP) Kabupaten Balangan, Tuhalus di Paringin, ibu kota Balangan, Kamis, mengatakan dana tersebut disiapkan untuk mencegah sapi bunting dijual ke luar daerah.

"Kita mengupayakan agar sapi betina produktif yang saat ini tengah bunting dapat melahirkan di daerah Balangan agar pada 2012  terjadi peningkatan populasi ternak sapi," ujarnya.

Karena itulah, bila ada peternak atau Rumah Potong Hewan (RPH) yang terpaksa menjual sapi betina produktif maka akan dibeli oleh pemerintah daerah setempat.

Menurutnya, anggaran dana sebesar Rp500 juta yang telah disiapkan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Selain menyiapkan anggaran dana tersebut, kami memberikan insentif bagi peternak yang memiliki sapi betina produktif," katanya.

Insentif yang diberikan kepada peternak  pemilik sapi betina bunting dengan usia kehamilan lima bulan ke atas sebesar Rp500 ribu per ekor.

Menurut dia, insentif diberikan kepada dua kelompok peternak sebagai pengelola, masing-masing Kelompok Peternak Suka Maju dari Desa Lajar, Kecamatan Lampihong dan Kelompok Peternak Suka Membangun dari Desa Merah, Kecamatan Awayan.

"Tetapi meskipun sudah ada langkah pemberian insentif, karena berbagai alasan tidak tertutup kemungkinan ada saja peternak yang menjual sapi betina produktif milik mereka," tambahnya.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya penjualan sapi betina produktif ke luar daerah maka disiapkan anggaran dana khusus untuk membelinya.  

Sapi betina yang di beli nantinya akan menjadi milik pemerintah daerah setempat untuk dikembangbiakkan dan disalurkan lagi kepada masyarakat./adi/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026