Kalau dari daerah hulu sungai ke Banjarmasin jalan kendaraan bermotor lancar, kecuali dari arah sebaliknya (Banjarmasin - Banua Anam) kelihatannya kurang lancarBanjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Arus balik lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah di Kalimantan Selatan, terutama dari daerah hulu sungai atau "Banua Anam" provinsi tersebut menuju Banjarmasin ramai dan masih lancar pada H+4.
Seorang pewarta salah satu televisi swasta, Hakim yang baru balik pulang kampung sehabis berlebaran bersama keluarga di Barikin Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) menuturkan itu di Banjarmasin, Kamis sore.
"Kalau dari daerah hulu sungai ke Banjarmasin jalan kendaraan bermotor lancar, kecuali dari arah sebaliknya (Banjarmasin - Banua Anam) kelihatannya kurang lancar," tuturnya menjawab Antara Kalsel.
Banua Anam Kalsel meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), HST, Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong. Namun aksis jalan ke Banua Anam itu juga ke Kalimantan Timur (Kaltim) serta beberapa kabupaten di pedalaman Kalimantan Tengah.
"Saya tak mengetahui pasti kenapa arus lalu lintas dari Banjarmasin ke daerah hulu sungai kurang lancar. Mungkin selain arus balik, juga masih pemudik yang mau pulang kampung masih banyak untuk memanfaatkan masa liburan panjang," lanjutnya.
Tetapi, tuturnya, yang jelas angkutan berat, serta armada pengangkut semen eks pabrik PT Conch Indonesia yang beroperasi di Kabupaten Tabalong-daerah paling utara Kalsel belum beraktivitas sebagaimana larangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia.
Larangan Kemenhub bagi angkutan berat beroperasi menggunakan jalan raya/jalan umum sejak H-4 hingga H+4 guna kelancaran angkutan lebaran Idul Fitri 1438 H yang bertempat 25 Juni 2017.
"Mungkin karena belum beroperasinya angkutan berat dan atau angkutan semen yang menggunakan treler bermuatan puluhan ton lewat jalan raya/jalan umum, sehingga angkutan lebaran 1438 H berjalan lancar, walau arus lalu lintas cukup ramai," demikian Hakim.
Pewarta: SukarliEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.