Warga Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan dalam menyambut 10 Muharam 1433 Hijriah dan bertepatan dengan 6 Desember 2011 membagikan bubur asyura yang dikenal pula sebagai bubur tolak bala.


Seorang ibu rumah tangga di Kotabaru, Karniti, Selasa, mengatakan, sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Kotabaru, setiap 10 Muharram, mereka bergotong royong memasak bubur asyura lalu dibagikan kepada warga sekitarnya, maksudnya agar Allah SWT menjauhkan masyarakat dari mara bahaya (bala)."Selain masaknya bergotong royong, bahan baku untuk bubur juga dibeli dari uang yang dikumpulkan oleh masyarakat," ujarnya.

Bubur asyura yang dibuat dari beras kemudian direbus bersama santan dan bumbu masak serta dicampur daging ayam itu dinilai memiliki khasiat tersendiri bagi masyarakat Kotabaru.

Warga Baharu Khamim, mengatakan, hampir sebagian besar mushola di Kotabaru menjadi tempat pusat kegiatan para ibu rumah tangga untuk memasak bubur asyura.

Bahan baku lainnya selain beras juga terdapat kacang-kacangan dan sayuran, sehingga bagaikan Bubur Manado.

Sesudah masak, bubur yang sudah dibacakan doa selamat oleh ulama atau tokoh masyarakat, selanjutnya dibagika-bagikan kepada warga yang berada di sekitar lingkungan mushola.

Bubur asyura tersebut dibuat untuk mengenang dan sekaligus mengambil hikmah dari beberapa peristiwa bersejarah kaum Muslim, mulai dari Nabi Adam alaihissalam, manusia pertama yang diciptakan Allah SWT hingga Nabi Muhammad SAW.

Sejarah besar umat Islam yang berkaitan 10 Muharram tersebut, antara lain, pengampunan Allah SWTt terhadap Nabi Adam AS yang melanggar larangan makan buah khuldi, pada hari asyura.

Diselamatkannya Nabi Ibrahim AS dari pembakaran Raja Nambrut serta Nabi Musa AS dari kejahatan tentara Fir'aun, seorang raja yang zalim lagi lalim itu, pada hari asyura.

Serta diselamatkannya Ka'bah dari serangan tentara bergajah yang ingin menghancurkan Baitullah.(C/A)


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026