Amuntai (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan Murniati Sahrujani mengusap kepala anak yatim dengan minyak rambut saat laksanakan tradisi Hari Asyura di Desa Palimbang Sari, Kecamatan Haur Gading.

Hari Asyura atau hari ke-10 pada bulan Muharam selain identik dengan puasa sunnah dan pembuatan bubur Asyura, juga tradisi mengusap kepala anak yatim dengan minyak, dikenal dengan sebutan “meminyaki anak yatim.”

Sekitar 150 anak yatim dari beberapa desa dikumpulkan dalam satu tempat, salah satunya di Desa Palimbang Sari, Kecamatan Haur Gading. Tidak hanya mengusap kepala, mereka juga diberi santunan uang atau makanan.

Ketua TP PKK HSU Murniati Sahrujani berharap tradisi meminyaki rambut anak yatim ini tetap dilestarikan, karena dapat mendorong masyarakat, khususnya umat Islam untuk lebih memperhatikan dan mengasihi anak yatim.

"Menyantuni anak yatim jangan hanya pada Hari Asyyura atau pada 10 Muharam saja, tapi untuk seterusnya agar kita terus memperhatikan dan mengasihi anak yatim," ucapnya, Minggu.

Sementara dalam acara ini, secara khusus disiapkan tenda, makanan untuk para anak yatim, serta donasi secara langsung dari warga. Panitia juga secara khusus membuka rekening untuk para donatur yang ingin menyumbangkan uang lewat rekening.

Pada kegiatan tersebut, warga desa tampak turut mengusap minyak rambut ke kepala anak yatim, sambil juga memberi santunan, bersama Ketua TP PKK HSU Murniati Sahrujani bersama Wakil Ketua TP PKK HSU Mayang Melani Hero Setiawan beserta jajaran pengurus TP PKK HSU.

Adapun seperti tahun-tahun sebelumnya, selain digelar di Desa Palimbang Sari, kegiatan juga dipusatkan pada beberapa tempat, seperti Desa Pihaung, Kecamatan Haur Gading serta beberapa desa lain di Kabupaten HSU.



Pewarta: Alya Salwa Ramadhina L P
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026