"Peristiwa kebakaran terjadi pada Minggu (25/5) sekitar pukul 22.45 Wita yang ditaksir kerugian materil sekitar Rp500 juta," kata Kepala Pelaksana BPBD HST Ahmad Apandi di Barabai, Senin.
Baca juga: Tiga rumah ludes terbakar di Desa Telang HST akibatkan kerugian Rp450 juta
Ia menerangkan, empat rumah tersebut dengan cepat terbakar karena merupakan bangunan kayu dan sumber air di sekitar lokasi cukup terbatas, sehingga petugas saat itu harus mengandalkan unit tangki.
Kendati demikian, kata Apandi, api dapat dengan cepat diatasi berkat kerjasama petugas dan relawan pemadam kebakaran gabungan, serta masyarakat yang gotong-royong di lokasi melakukan penanganan.
"Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun untuk penyebabnya sudah dalam penyelidikan pihak berwajib," katanya.
Baca juga: Satu rumah di Desa Banua Kupang HST terbakar dipicu api dari kompor
Adapun empat rumah yang terbakar tersebut milik Khadijah diisi satu jiwa dengan kerusakan 80 persen, Kusasi (satu KK atau empat jiwa) dengan kerusakan 100 persen, Azhari (satu KK atau lima jiwa) kerusakan 100 persen, Fauzi (satu KK atau empat jiwa) kerusakan 100 persen.
Sementara itu, Kapolsek LAU Kapolsek LAU Ipda Lilik Hadriyanto menerangkan dugaan asal api dari korsleting listrik yang mengakibatkan terbakar rumah beserta harta benda di dalamnya dengan taksiran kerugian Rp500 juta.
"Kejadian tersebut telah menghanguskan empat buah rumah, delapan unit sepeda motor, satu unit mobil dan berbagai harta benda lainnya," tutupnya.
Baca juga: Gedung sarang walet milik anggota DPRD HST ludes terbakar
Pewarta: Muhammad HidayatullahEditor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026