Kota Banjarmasin ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, membutuhkan dana sedikitnya Rp500 miliar guna menangani persoalan air limbah.
"Dana sebesar tersebut untuk pembangunan instalasi pengolahan air limbah, serta fasilitas pendukung lainnya," kata Direktur Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PD PAL) Banjarmasin, Ir Muh Muhidin kepada ANTARA di Banjarmasin, Kamis.
Ia mengakui kondisi pengelolaan limbah di Banjarmasin masih cukup memprihatinkan, diperkirakan lebih dari 70 persen penduduk Kota Banjarmasin juga tidak mengetahui sistem pengelolaan limbah dengan sistem yang baik serta sempurna.
Oleh sebab itu PD PAL Banjarmasin sebagai perusahaan pengelola air limbah ingin mengarahkan masyarakat dalam sistem pengelolaan limbah yang baik serta sempurna khususnya, dimulai dari limbah rumah tangga.
Salah satu upaya menciptakan kondisi lingkungan dan derajat kesehatan masyarakat lebih baik, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin melaksanakan pembangunan sistem sanitasi yang terpusat, di mana air limbah dialirkan melalui pipa ke tempat pengelolaan air limbah.
Keberadaan PD PAL sejak lima tahun lalu berupaya menangani masalah air limbah tersebut, dan telah membangun sedikitnya enam lokasi instalasi pengolahan air limbah, dan ditargetkan hingga tahun 2015 mendatang terdapat 14 lokasi instalasi pengolahan air limbah itu.
"Bila sudah terdapat 14 lokasi pengolahan air limbah maka kota ini bisa dinilai cukup baik dalam penanganan masalah air limbah, khususnya limbah berupa tinja," tuturnya.
Untuk mencapai target tersebut PD PAL membutuhkan dana sedikitnya Rp500 miliar, karena selama ini saja sudah Rp100 miliar dana dihabiskan untuk penganan masalah tersebut.
Dari dana Rp100 miliar tersebut baru sekitar 3,47 persen air limbah tertangani, ke depannya hingga 2015 minimal 15 persen air limbah tertangani, demikian Muh Muhidin. /hsan/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.