Potensi madu alam terbesar di wilayah Tabalong, Kalimantan Selatan terdapat di Kecamatan Jaro karena kondisi hutannya relatif masih baik dibanding kecamatan lainnya.
        
Menurut inventarisasi potensi hasil hutan bukan kayu (HHBK) dinas kehutanan Tabalong madu alam diproduksi dari lebah genus Apis yang membuat sarang pada jenis pohon yang tinggi di hutan.
        
Kasubag TU UPTD Balai Perlindungan Hutan, Dishut Tabalong Kurniawan S.Hut di Tanjung, Selasa menyebutkan kawasan hutan Jaro masih memiliki jenis-jenis pohon yang disukai lebah madu seperti pohon Kusi, Wilas dan Gegala.
        
"Dibanding kecamatan lain Jaro merupakan wilayah terbesar penghasil madu alam di Tabalong karena kondisi hutannya relatif masih baik dan memiliki jenis pohon yang disukai lebah genus Apis seperti pohon wilas dan kusi," katanya.
        
Potensi madu alam sendiri saat ini cukup sulit diprediksi karena kondisi cuaca yang tidak menentu namun menurut hasil pendataan tim inventarisasi potensi HHBK, para petani pemungut madu (Pemuai) di Jaro bisa menghasilkan sekitar 250-300 liter madu dalam satu tahun jika kondisi cuaca cukup baik.
        
"Produksi madu di Tabalong dipengaruhi kondisi cuaca, karena itu sulit memprediksi namun menurut para pemuai di Jaro jika kondisi cuaca normal dalam satu tahun bisa menghasilkan 250-300 liter madu," tambahnya.
        
Dengan rincian satu sarang bisa menghasilkan 20-25 liter madu alam dan biasanya dalam satu pohon lebah madu terdapat 2-5 sarang.
        
"Jadi dalam satu pohon bisa menghasilkan 50-100 liter madu alam karena biasanya dalam satu pohon terdapat 2-5 sarang," ujarnya.
        
Sementara itu untuk menjaga kelestarian lebah madu, dinas kehutanan Tabalong mengingatkan para pemuai untuk menjaga kelestarian pohon lebah madu serta keberadaan makanannya.
        
Mengingat saat ini keberadaan madu alam di Tabalong cukup sulit diperoleh dan berimbas pada melonjaknya harga di pasaran.
        
Di tingkat petani madu dijual hingga Rp70.000 perliter padahal sebelumnya berkisar antara Rp50.000-Rp60.000 perliter.
        
Sedangkan di pasaran harga madu alam sudah mencapai Rp120.000 perliter itu pun tergantung kualitas madu yang dijual.
        
"Faktor cuaca menyebabkan produksi madu alam berkurang karena itu sekarang harganya melonjak hingga Rp120.000 perliter," ujar Norman satu pedagang madu di Kelurahan Jangkung, Tabalong.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026