Pemerintah Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, meningkatkan persatuan antar umat beragama dan tokoh masyarakat, agar tidak mudah terhasut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kotabaru H Hariansyah MAP, Rabu, mengatakan, persatuan antar umat beragama dan tokoh masyarakat perlu ditingkatkan untuk membentengi munculnya perpecahan di masyarakat.

"Belajar dari terjadinya konflik di daerah lain, persatuan dan kebersamaan yang sudah dijalin antar umat beragama di Kotabaru perlu dibina dan ditingkatkan," kata Hariansyah.

Terlebih, Kabupaten Kotabaru yang memiliki luas wilayah hampir seperempat wilayah Kalimantan Selatan dan geografis yang sulit.

Tidak ada alasan lain, bahwa persaudaraan antar umat beragama dan tokoh masyarakat yang selama ini sudah dijalin dengan harmonis harus selalu ditingkatkan.

Rencananya, Pemkab Kotabaru melalui Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat melaksanakan pertemuan antar umat beragama di empat kecamatan dari 20 kecamatan di Kotabaru.

Kecamatan Hampang, di kaki pegunungan Meratus, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kecamatan Kelumpang Barat, dan Kecamatan Kelumpang Hilir.

Pada pertemuan tersebut, akan dihadiri sejumlah tokoh agama dari Agama Islam, Kristen, Hindu, Budha dan kepercayaan masyarakat adat Dayak.

Sebelumnya, sekitar 17 etnis di Kotabaru juga mengucapkan ikrar damai di Siring Laut Kotabaru.

Wakil Bupati Kotabaru, Rudy Suryana, beberapa waktu lalu mengatakan, sudah lama Kotabaru membentuk Forum Komunikasi Masyarakat Saijaan untuk mempererat kebersamaan dan persaudaraan agar tetap terjaga.

"Bertepatan dengan terjadinya konflik di Tarakan itu, forum ini kembali dimantapkan dengan mengucapkan ikrar dan menyelenggarakan kegiatan pentas budaya daerah," dalam sebuah kesempatan.

Tujuan dari ikrar damai tersebut, kata Rudy, hanya satu, yakni agar tidak terjadi konflik horizontal antarsesama, seperti yang terjadi di Tarakan, Sampit dan Poso.

"Karena meskipun masyarakat Kotabaru yang terdiri dari berbagai adat istiadat dan suku serta budaya itu, tetapi tetap satu, yakni "Masyarakat Saijaan", masyarakat yang seiya sekata," terangnya.C*C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026