Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan, Iskandar Zulkurnain, mengungkapkan, berdasar Angka Ramalan (Aram) III produksi padi di provinsinya diperkirakan naik dibandingkan 2010.

"Produksi padi 2011 (Aram III) diperkirakan 2.001.274 ton gabah kering giling (gkg) atau naik 159.185 ton (8,64 persen) dari 2010," ungkapnya kepada wartawan di Banjarmasin, Rabu.

Kenaikan produksi diperkirakan karena peningkatan luas panen 19.362 hektare (ha) atau 4,11 persen serta peningkatan produktivitas sebesar 1,70 kuintan (ku)/ha (4,35 persen).

Luas panen padi 2010 tercatat 471.166 ha dan pada Aram III 2011 seluas 490.528 ha. Begitu pula tingkat produktivitas padi 2010 sebanyak 39,10 ku/ha menjadi 40,80 ku/ha pada Aram III 2011.

Kenaikan produksi 2011 terjadi pada "subround" Januari - April sebesar 72.233 ton (14,77 persen), Mei - Agustus 60.127 ton (7,22 persen) dan subround September - Desembar diperkirakan naik 26.824 ton (5,16 persen) dibandingkan produksi subround yang sama 2010.

Sedangkan pola panen padi tahun 2011 hampir sama dengan 2009 dan 2010. Pada Januari - Agustus 2009, 2010 dan 2011 puncak panen padi pertama terjadi bulan April dan kedua bulan Agustus.

Produksi padi Kalsel 2011 (Aram III) itu terdiri padi sawah diperkirakan 1,861 juta ton gkg atau naik 177,487 ton (10,54 persen) dibanding produksi 2010.

Kenaikan produksi padi sawah tersebut juga diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan luas panen 25.523 ha (6,11 persen) serta kenaikan produktivitas 1,69 ku/ha (4,19 persen).

Selain itu, karena adanya peningkatan luas tanam di lahan lebak, yang ketika 2010 tidak bisa ditanami, seperti di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Balangan.

Sementara padi ladang 2011 (Aram III) diperkirakan 140.625 ton gkg, turun 18,301 ton (11,52 persen) dibandingkan tahun 2010, Penurunan produksi tersebut diperkirakan terjadi karena adanya penurunan luas panen 6.161 ha (11,58 persen)./her*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026