Marabahan (Antaranews Kalsel) - Direktur PT Pelabuhan Barito Kuala Mandiri (PBKM), Kalimantan Selatan Anggan menyatakan laba operasional PT PBKM tahun 2016 mencapai Rp120.428.900. 

"Bila dibandingkan dengan biaya operasional tahun 2015, justru mengalami kerugian sebesar Rp855.918.614," ujar Anggan, di Marabahan, Rabu.

Anggan memaparkan, layanan pemanduan diberikan untuk tongkang batu bara tahun 2016 sebanyak 10.292 pergerakan, sedangkan tahun 2015 berjumlah 767 pergerakan.

Sedangkan besaran tarif pemanduan yang dikenakan terhadap tongkang per pergerakannya, katanya lagi, terdiri variabel tetap sebesar Rp280 ribu, dan variabel tidak tetap Rp57 ribu.

Berdasarkan besaran ketentuan variabel tersebut, kata dia lagi, pihaknya bisa mengkalkulasikan sendiri pendapatan yang diperoleh PT PBKM selama ini.

Anggan mengakui, wilayah Batola memang banyak dilewati tongkang batu bara, namun rata-rata terlayani hanya 30 tongkang per hari.

Sejak beroperasi, menurut dia, jasa pemanduan PT PBKM mengalami pasang surut karena pengguna jasa pandu (INSA) tidak mau dipandu saat melalui perairan wajib pandu.

Pengguna jasa pandu baru mulai dipandu dan membayar jasa pandu sejak 1 September 2015 lalu.

Sedangkan penyertaan modal Pemkab Batola sebesar Rp2,5 miliar ke PT PBKM, ujar dia, selanjutnya menjadi penyertaan modal ke PT PBKM dan pemegang saham sudah menyertakan modalnya ke perusahaan tersebut.

Inspektur Kabupaten Batola Johan Arifin mengatakan, sesuai rekomendasi BPK-RI sejak 2012-2015 sudah dilaksanakan jurnal koreksi sehingga menjadi piutang perusahaan tersebut.

Sedangkan terhadap temuan menyangkut setoran pemegang saham di luar Pemkab Batola, kata dia lagi, sudah disetorkan sesuai komposisi.

"Begitupula rekomendasi pernyataan modal dari PD ke PT sudah ditindaklanjuti. Intinya rekomendasi BPK-RI lebih menekankan pengawasan dari pemkab dan DPRD agar tidak terjadi potensi kerugian negara," ujar dia pula.


Pewarta: Arianto
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026