Dua calon haji Embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tertunda berangkat karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan diberangkatkan.
Jamaah itu Ainun Jariah (50) asal Binuang Kabupaten Tapin yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 13,ujar Kepala Seksi Poliklinik Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, Patari di Banjarbaru, Jumat .
Seorang lain tertunda berangkat Martasiah (72) kloter 14 dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST),u
Ainun Jariah yang merupakan PNS Balai Latihan Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Tapin itu dirujuk ke RSUD Banjarbaru untuk memulihkan kondisi kesehatannya dan akan diberangkatkan pada kloter terakhir 17 Oktober 2011.
Sementara Martasiah (72) dinyatakan pikun dan direkomendasikan bisa berangkat jika didampingi anggota keluarganya.
Sama seperti Ainun Jariah yang tertunda berangkat sesuai kloter, Martasiah juga tidak bisa diberangkatkan bersama kloternya sehingga menunggu kepastian pendampingan keluarga hingga kloter terakhir.
"Untuk Ainun Jariah bisa diberangkatkan apabila kondisi kesehatannya pulih, sedangkan Martasiah masih menunggu kepastian adanya pendamping sambil menunggu keberangkatan kloter terakhir," ujar Patari.
Dikatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap setiap jamaah secara ketat selama menjalani masa karantina di asrama haji dan jika kondisi kesehatannya tidak memungkinkan maka di rujuk ke rumah sakit.
Selama berada di rumah sakit, kondisi kesehatan jamaah dikontrol dokter yang menangani sekaligus memberi rekomendasi apakah jamaah bersangkutan bisa diberangkatkan atau tidak.
"Jika kondisi kesehatan jamaah membaik setelah menjalani perawatan di rumah sakit rujukan, maka bisa diberangkatkan, tetapi jika tidak kami juga tidak berani merekomendasi keberangkatannya," ujar dia.
Kepala Subbag Humas PPIH Embarkasi Banjarmasin Hidayaturrahman mengatakan, kedua jamaah diberangkatkan pada kloter terakhir yang merupakan kloter gabungan dari berbagai daerah di Kalsel.
"Keduanya akan diberangkatkan pada kloter terakhir dengan catatan kondisi kesehatannya pulih dan jamaah yang pikun didampingi anggota keluarga atau orang dekatnya," kata dia./zal*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.