Menurut Febrian di Banjarmasin Kamis, sampai saat ini stok bahan bakar minyak (BBM) untuk premium sebanyak 4.500 kiloliter, minyak tanah 1.800 kiloliter dan solar 6.600 kiloliter.
Setiap harinya kebutuhan premiun Kalsel sekitar 900-1.000 kiloliter. Selain itu, kata dia, dalam setiap harinya kapal pengangkut BBM dari Balikpapan juga selalu datang untuk menambah stok sesuai dengan jatah yang telah ditetapkan.
"Sampai saat stok BBM Kalsel masih cukup aman, sehingga masyarakat tidak perlu panik," katanya.
Namun demikian, Febrian berharap masyarakat tetap melakukan penghematan terhadap pemanfaatan BBM terutama premium, sehingga kekurangan stok dalam beberapa bulan ke depan tidak terjadi.
Tentang penambahan subsidi BBM, kata dia, kalaupun pemerintah pusat kembali menambah jatah subsidi, kemungkinan akan difokuskan di wilayah Jawa, karena jumlah penduduk jauh lebih banyak.
"Untuk Kalsel ,kami belum mendapatkan kabar apa pun," katanya.
Sekretaris Daerah Mukhlis Gafuri mengatakan, pihaknya telah datang ke Kementerian ESDM meminta penambahan kuota BBM bersubsidi wilayah Kalsel yang diperkirakan tidak mencukupi hingga akhir tahun.
Namun, kata dia, kalaupun ternyata Kalsel tetap tidak bisa mendapatkan BBM bersubsidi, Mukhlis berharap Pertamina bisa mengupayakan premium nonsubsidi bisa beredar di pasaran.
"Kalau memang Kalsel tidak lagi mendapatkan jatah premium bersubsidi, premium nonsubsidi juga tidak apa-apa,"katanya.
Menurut dia, premium nonsubsidi akan lebih murah dibanding masyarakat harus membeli Pertamax. Selain itu, SPBU di Kalsel yang menjual Pertamax juga masih sangat terbatas, sehingga dikhawatirkan SPBU tidak bisa melayani kebutuhan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Febri mengatakan, perlu mekanisme dan ketentuan tersendiri untuk menjual premium atau BBM nonsubsidi.
Berdasarkan data Pertamina, subsidi BBM Kalsel selama Januari- Juli 2010, tersisa 136.803 kiloliter premium dan 48.185 kiloliter solar dan minyak tanah 103.783. Persediaan itu akan habis pada November 2010.
Sedangkan kuota premium untuk Kalsel pada tahun ini sebanyak 369.103 kiloliter, solar 167.890 kiloliter dan minyak tanah sebanyak 178,238 kiloliter.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata dia, Pemprov Kalsel meminta tambahan kuota 2010 menjadi 428,305 kiloliter premium, 178.238 kiloliter kerosen dan 215.456 kiloliter solar.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.