Warga di beberapa desa di Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan dalam sebulan terakhir resah menyusul bau menyengat yang ditimbulkan oleh air sungai Tapin.

         "Air sungai pada waktu tertentu menimbulkan bau tak sedap yang cukup menyengat," ujar seorang warga Desa Jingah Babaris, Arbani, Jumat.

         Menurut warga, bau tak sedap tersebut diduga berasal dari air sungai yang tercemar oleh limbah pabrik tahu yang beroperasi di sekitar kawasan Tapin Utara.

         Banyak warga yang resah, mengingat air Sungai Tapin mengaliri sembilan desa di Kecamatan Tapin Utara.

         Terlebih, air sungai tersebut masih banyak digunakan warga untuk mandi, mencuci dan untuk aktiftas lainnya.

         "Sabun yang kita pakai mandi di sungai kini tidak menimbulkan buih seperti biasa, beberapa spesies ikan tertentu mati, bahkan badan terasa panas dan gatal-gatal usai mandi dengan air sungai" katanya.

         Ia menambahkan, warga sudah melaporkan dugaan tercemarnya sungai Tapin ini kepihak kecamatan Tapin Utara namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut.

         Camat Tapin Utara, Harliansyah mengatakan, pihaknya sudah pernah melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan mengenai adanya indikasi pencemaran sungai Tapin.

         "Dalam pembicaraan dengan pihak perusahaan beberapa waktu lalu, perusahaan mengaku tidak membuang limbahnya ke sungai namun dibuang ketempat lain menggunakan truk." ucap Harliansyah.

         Namun demikian lanjutnya, pihaknya tetap mencari solusi terbaik mengenai hal ini dan masih melakukan koordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Tapin, dengan mengambil sampel air sungai untuk dilakukan penelitian./et*C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026