Banjarmasin (ANTARA) - Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan air bersih yang didistribusikan ke masyarakat aman dikonsumsi di tengah isu dugaan pencemaran lingkungan di Sungai Barito yang mencuat dalam beberapa waktu terakhir.
Isu tersebut mengemuka setelah adanya laporan kematian ikan milik pembudidaya di Kabupaten Barito Kuala (Batola), yang diduga terdampak pencemaran, sehingga memicu keresahan warga di Batola hingga Kota Banjarmasin.
Supervisor Laboratorium I IPA A Yani PAM Bandarmasih Naima Faridha di Banjarmasin, Rabu memastikan air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan PAM Bandarmasih tetap aman dan layak untuk dikonsumsi.
“Hingga saat ini kondisi air baku PAM Bandarmasih aman dan tidak tercemar seperti yang dikhawatirkan masyarakat,” ujar Naima.
Dia menjelaskan sumber air baku PAM Bandarmasih tidak berasal dari Sungai Barito yang diduga tercemar limbah, melainkan dari Sungai Martapura.
“Sumber air baku kami berasal dari Sungai Martapura, bukan dari Sungai Barito,” katanya.
Lebih lanjut, Naima menuturkan PAM Bandarmasih secara rutin melakukan uji sampel air baku di intake Sungai Bilu dan Sungai Lulut untuk menjaga kualitas air.
Pengujian sampel air baku tersebut dilakukan setiap dua minggu sekali dan mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.
Selain itu, PAM Bandarmasih juga melakukan uji sampel air bersih dari rumah pelanggan setiap satu bulan sekali, dengan masing-masing 60 pelanggan dari IPA I A Yani dan IPA II Pramuka sebagai sampel pemeriksaan.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan air baku Sungai Martapura tidak tercemar limbah, hanya tingkat kekeruhan yang cukup tinggi namun masih dapat ditangani, sehingga air yang didistribusikan aman untuk dikonsumsi,” ujar Naima.
Pewarta: Gunawan WibisonoEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.