Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H Rudy Resnawan meminta, manajemen PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah agar konsekeun dengan janji.
"Kita tak ingin masyarakat menganggap pembohong terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang kelistrikan itu," katanya usai rapat paripurna DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Rabu.
Permintaan orang nomor dua di jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) tersebut sehubungan janji manajemen PLN Kalselteng, mengoperasikan pembangkit unit tiga Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut Kalsel.
"Kita berharap, manajemen PLN Kalselteng menetapi janji terakhirnya, yaitu akan mengoperasikan pembangkit unit tiga PLTU Asam-Asam (125 Km timur Banjarmasin), November mendatang," katanya menegaskan.
"Karena sudah berapa kali janji mengoperasikan pembangkit unit tiga PLTU Asam-Asam, ternyata molor, sehingga membuat masyarakat kecewa," tambahnya.
Menurut dia, nya dengan keterbatasan daya listrik PLN serta masih seringnya "byar pet" membuat ketidak nyamanan masyarakat, termasuk instansi pemerintah dan swasta dalam bekerja, demikian Rudy Resnawan.
Kondisi kelistrikan Kalsel dalam belasan tahun terakhir, selain keterbatasan daya pasok atau yang tersedia pada PLN Kalselteng, juga masih sering terjadi "byar pet" (padam-menyala).
Akibat keterbatasan daya listrik tersebut, sehingga saat beban puncak antara pukul 18.00 - 22.00 Wita terjadi defisit mencapai puluhan mega watt.
Oleh karena itu, guna mengurangi defisit daya listrik PLN, perusahaan industri, termasuk perhotelan dalam wilayah Kalselteng, diminta menggunakan genset sendiri.
Guna mengatasi kekurangan daya tersebut, PLN memprogramkan penambahan pembangkit antara lain pada PLTU Asam-Asam sebanyak dua unit masing-masing berkapasitas terpasang 65 MW.
Namun pembangkit unit tiga PLTU Asam-Asam yang dijanjikan operasional Juli molor ke Agustus, dan tertunda lagi ke Oktober 2011, kemudian dijadwalkan kembali November mendatang.
PLTU Asam-Asam kini baru memiliki dua unit pembangkit masing-masing berkapasitas terpasang 2 X 65 MW, direncanakan ditambah unit tiga dan empat, sehingga menjadi 4 X 65 MW.
Selain itu, pembangunan PLTU Pulang Pisau Kaliantan Tengah, sebanyak dua pembangkit, dengan kapasitas terpasang direncanakan 2 X 60 MW./shn*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.