Alhamdulillah ini suatu kebanggaan bagi kami dan kabupaten Tapin,Rantau, (Antaranews Kalsel) - Tsafitri (15) siswi kelas tuna daksa SMPLB Rama Jaya Binuang Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, dikenal sebagai putri yang jago dalam bidang teknologi informasi atau IT.
Kepala Sekolah SMPLB Rama Jaya Solikin di Rantau Kamis mengatakan, kemampuan siswinya tersebut telah dibuktikan dengan prestasi dalam lomba yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatikan dalam Jambore TI 2016 yang dilaksanakan di Banjarmasin.
Pada kompetisi tersebut, Tsafitri mampu meraih dua juara sekaligus yakni juara 1 Kompetisi E-Creative (Scartch Animasi) dan Juara 1 Kompetisi E-Tools (Ms. Word).
"Alhamdulillah ini suatu kebanggaan bagi kami dan kabupaten Tapin," kata Solikin.
Jambore TI 2016 Bagi Generasi Muda Penyandang Disabiltas yang dilaksanakan di Hotel Aston Banjarmasin beberapa waktu lalu yang di laksanakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika diikuti oleh sekolah dari lima provinsi di Kalimanta, yaitu, Kalimantan Selatan, Tengah, Timur, Utara dan Barat.
Selanjutnya, Tsafitri akan mewakili Kalimantan di tingkat nasional, untuk kembali bertanding dengan siswa berprestasi dari provinsi lainnya.
Sebelumnya, tambah dia, Tsafitri merupakan siswi yang berpretasi di sekolah, bahkan sudah memiliki 6 prestasi di tingkat nasional.
Bupati Tapin HM Arifin Arpan saat menyerahkan penghargaan tersebut mengatakan, sangat berbangga dengan apa yang sudah diraih Tsafitri.
Dikatakan Bupati, bahwa setiap manusia pasti memiliki kekurangan, namun di setiap kekurangan pasti ada kelebihan, sehingga kita sama-sama saling mengevaluasi dan saling mengisi.
Sebanyak seratus generasi muda penyandang disabilitas mengikuti jambore teknologi informasi yang dilaksanakan Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Sekretaris Badan Litbang SDM, Sri Cahaya Khoiruni, yang diwakili M Nur Gunawan mengatakan, jambore IT bagi penyandang disabilitas ini juga dilaksanakan bekerjasama dengan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Menurut Gunawan, Jambore TI untuk Generasi Muda Penyandang Disabilitas Tahun 2016 dilaksanakan di lima wilayah Indonesia yaitu Ambon dan Padang pada tanggal 15 sampai dengan 17 November 2016, Makassar dan Banjarmasin pada tanggal 20 sampai dengan 22 November 2016 serta Jakarta pada tanggal 1 sampai dengan 3 Desember 2016 sekaligus memperingati hari Disabilitas Internasional.
"Khusus di wilayah Banjarmasin, jambore kali ini diikuti oleh seratus orang penyandang disabilitas dengan usia 15 - 24 tahun, yang juga didampingi oleh guru pembimbingnya," katanya.
Adapun kategori disabilitas yang mengikuti Jambore TI ini adalah disabilitas pendengaran, disabilitas penglihatan, dan disabilitas fisik yang berasal dari Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Kalimantan Tengah.
Gunawan mengungkapkan, kegiatan kompetisi TI ini diharapkan dapat menstimulus para peserta menjadi ahli profesi di bidang TI, dengan diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang, generasi muda penyandang disabilitas berpotensi menjalani kehidupan secara penuh dan berkontribusi pada vitalitas sosial, budaya dan ekonomi masyarakat.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.