Penganggaran tahun 2017 ini sekitar Rp34 miliar, pada penganggaran tahun 2018 direncanakan sekitar Rp71 miliar dan penganggaran tahun 2019 sisa semuanyaBanjarmasin, (AntaranewsKalsel) - Rumah Sakit Sultan Suriansyah yang dibangun Pemerintah Kota Banjarmasin di Jalan RK Ilir Banjarmasin Selatan dipastikan selesai pada 2019.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Perumahan Kota Banjarmasin A Fanani Syaifuddin saat berada di Gedung Dewan Kota Banjarmasin, Senin, menyatakan kepastian bisa diselesaikannya pembangunan RS Sultan Suriansyah hingga tahun 2019 karena sudah disetujui penganganggarannya menggunakan sistem tahun jamak atau "multiyears".
"Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antara pemerintah kota dan DPRD untuk menyelesaikan pembangunan RS ini secara `multiyears`, artinya sudah dipastikan komitmen bersama menyelesaikannya sesuai target," paparnya.
Target penyelesaian disepakati bersama pada 2019 di mana dana yang masih dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan RS itu sebesar Rp180 miliar melalui APBD tahun 2017, 2018 dan 2019.
"Penganggaran tahun 2017 ini sekitar Rp34 miliar, pada penganggaran tahun 2018 direncanakan sekitar Rp71 miliar dan penganggaran tahun 2019 sisa semuanya," kata A Fanani.
Menurut dia, jaminan APBD untuk pembangunan RS itu adalah karena pemerintah kota ingin memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Dia mengungkapkan belum ada kepastian bantuan di luar APBD tersebut, meski pihaknya sudah menyampaikan permohonan ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
"Kalau dalam perjalanannya nanti ada bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat, maka akan disesuaikan," papar A Fanani.
Sejak mulai dibangun pada 2015 dengan anggaran pagu sebesar Rp40 miliar pertahunnya, atau realisasinya kurang lebih sekitar Rp36 miliar, sudah berdiri sebuah bangunan empat lantai untuk poliklinik.
Kemudian pada 2016 kelanjutan pembangunannya dianggarkan pada APBD dengan pagu Rp40 miliar, yang realisasinya kurang lebih Rp34 miliar juga untuk membangun gedung diantaranya untuk sarana IGD dan kamar mayat.
Pewarta: SukarliEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.