Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Bersama Sejahtera Sakti di Pulau Laut Timur, Kotabaru, Kalimantan Selatan mulai melakukan pergantian tanaman baru atau peremajaan tanaman seluas 300 hektare tanaman.
       
Kepala Bidang Pengembangan Usaha Pengelolaan dan pemasaran hasil Dinas Perkebunan Kotabaru, Gusti Rahmat di Kotabaru, Senin mengatakan, peremajaan kelapa sawit itu mungkin yang pertama kali di Kalimantan Selatan.
       
"Karena produksi tandan buah segar (TBS) mulai berkurang sehingga perusahaan memutuskan kelapa sawit yang ditanam sekitar 1986 itu perlu diremajakan," katanya.
       
Bahkan, lanjut Gusti, pada 2011 perusahaan akan kembali melakukan peremajaan tanaman kelapa sawit yang luasnya jauh lebih besar dari periode 2010.
       
Menurut manajamen PT Bersama Sejahtera Sakti (BSS), kata dia, peremajaan yang dilakukan tersebut lebih cepat dari yang direncanakan.
       
Rencana awal, tanaman kelapa sawit itu baru akan diganti dengan tanaman baru sekitar lima tahun mendatang.
       
"Namun karena sesuatu hal peremajaan itu dipercepat oleh perusahaan," katanya.
       
Gusti menambahkan, untuk meremajakan dan membuka tanaman kelapa sawit tersebut diperlukan dana rata-rata sekitar Rp12 juta perhektare.
       
Peremajaan itu dilakukan dengan cara mencabut batang hingga akar dengan dipotong-potong ukuran kecil untuk membantu mempercepat proses pembusukan pohon untuk menjadi pupuk organik.
       
Setelah lahan terbuka beberapa bulan kemudian ditanamai dengan tanaman kelapa sawit yang masih berumur sekitar 12-18 bulan.
       
Kepala Dinas Perkebunan Kotabaru H. Gusti Syafrin Masrin menambahkan, meski Kotabaru memiliki luas tanaman kelapa sawit jauh lebih besar dibanding dengan daerah lain di Kalsel peremajaan tanaman kelapa sawit baru PT BSS yang melaksanakan.
       
Diharapkan dengan pergantian tanaman baru itu hasilnya akan lebih baik dibanding dengan tanaman lama.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026