“Jika pada tahun 2016 APBD Batola sebesar Rp1,4 triliun, maka tahun 2017 nanti APBD Batola hanya sekitar Rp800 saja,†ujar Kadispenda Batola Akhmad Wahyuni, saat menjadi pembina pada Upacara Gabungan di halaman Kantor Bupati Batola, Senin (31/10).
Dihadapan seluruh peserta upacara, Kadispenda yang akrab disapa pak Wawah itu menerangkan, kemungkinan Dispenda sejak 2017 tidak lagi berdiri sendiri, namun digabung dalam salah satu badan.
Penggabungan tersebut, menurut mantan Kabag Humpro Setda Batola itu, kemungkinan ada sisi baik dan tidaknya, mengingat tugas antara dinas dan badan itu sangat berbeda.
Selama tiga tahun Dispenda di Batola ditetapkan menjadi dinas, tutur Wawah, PAD yang dihasilkan jauh mengalami peningkatan.
Khusus tahun 2016 saja, sebut dia, target PAD dispenda sebesar Rp3,3 miliar namun hingga 31 Oktober 2016 ini telah mencapai Rp14,1 miliar .
“Hingga akhir tahun dimungkinkan PAD yang dihasilkan dispenda akan mencapai antara Rp15 miliar hingga Rp16 miliar,†ucapnya.
Namun, terlepas dari kekurangan dan kelebihan di atas, Wawah mengajak semua pihak, termasuk para SKPD untuk bersama-sama menggali peluang agar pendapatan bisa diperoleh secara optimal.
Walaupun disisi lain, tambahnya, diperlukan adanya perbaikan regulasi terkait aturan dalam upaya mendukung pelaksanaan.
Dikesempatan upacara ini, Wawah juga menyinggung pelaksanaan Pilkada di Batola. Ia menyarankan, selaku ASN hendaknya dapat menjaga sikap netralitas.
Pewarta: AriantoEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.