Peneliti Lako Litbang P2B2 regional Kalimantan, Rasyid Ridha, Rabu, mengatakan survei ini dilakukan untuk mendeteksi tingkat infeksi penyakit filariasis atau penyakit kaki gajah di kawasan
bersangkutan.
"Untuk menentukan apakah nantinya akan dilakukan pengobatan massal, kami memerlukan
sedikitnya 500 sampel darah yang harus diteliti." Ujarnya.
Sasaran yang dilakukan survei darah ini adalah warga di Desa Perintis Raya dan Desa Lumbu yang telah berusia 13 tahun keatas dan dilakukan pada malam hari.
"Sasaran kita adalah mulai anak usia 13 tahun keatas, karena pada usia tersebut banyak yang
terindikasi terinfeksi cacing mikro filaria penyebab penyakit kaki gajah, karena gejala penyakit kaki gajah baru ketahuan setelah menjalani masa lima hingga sepuluh tahun" katanya.
Sementara itu tambah Ridha, pengambilan sampel darah jari ini juga terpaksa dilakukan malam
hari karena cacing penyebab filariasis beraktifitas pada malam hari dan disaat itulah darah
manusia dapat diketahui apakah terinfeksi kaki gajah atau tidak.
"Selain melakukan survei darah jari kegiatan ini juga dibarengi dengan penangkapan nyamuk
yang berperan dalam penularan penyakit filariasis atau penyakit kaki gajah kepada manusia
melalui gigitan." Jelasnya.
Hasil survei darah jari dan penangkapan nyamuk ini akan dibawa ke Lakolitbang P2B2 regional
Kalimantan di Tanah Bumbu untuk selanjutnya dilakukan penelitian./et*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026