Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tahun 2012 turun dibandingkan tahun sebelumnya.



Turunnya besaran APBD itu tertuang dalam pengantar nota keuangan rancangan peraturan daerah tentang APBD Banjarbaru tahun 2012 yang disampaikan Wakil wali Kota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli pada rapat paripurna DPRD, Senin.


"APBD Banjarbaru baik dari sisi pendapatan maupun belanja mengalami penurunan dibanding tahun lalu," ujar wakil wali kota di depan anggota DPRD dalam rapat paripurna yang dihadiri pejabat Pemkot setempat.


Disebutkan, rencana target pendapatan daerah tahun anggaran 2012 sebesar Rp482,6 miliar yang bersumber dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah.


Anggaran pendapatan daerah yang direncanakan tersebut mengalami penurunan sebesar Rp12 miliar atau 2,44 persen dibanding tahun anggaran 2011 yang direalisasikan sebesar Rp494,7 miliar.


"Penurunan pendapatan daerah tersebut berasal dari Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID), Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) dan dana bantuan Pemprov Kalsel," ungkapnya.


Dari sisi belanja direncanakan target belanja daerah sebesar Rp500,1 miliar yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja urusan wajib dan urusan pilihan berupa belanja langsung dan belanja tidak langsung.


Dikatakan, anggaran belanja daerah yang direncanakan itu mengalami penurunan sebesar Rp36,2 miliar atau 6,76 persen dari anggaran 2011 yang terealisasi sebesar Rp536,4 miliar.


"Penurunan belanja daerah erat kaitannya dengan pengurangan pendapatan daerah, tetapi kami tetap optimis pencapaian target pelaksanaan pembangunan daerah sesuai rencana kerja pemerintah daerah," ujarnya.


Ditambahkan, anggaran belanja yang lebih besar dibanding anggaran pendapatan menyebabkan terjadinya defisit anggaran sebesar Rp17,4 miliar yang akan ditutupi anggaran pembiayaan daerah.


"Defisit anggaran akan ditutupi anggaran pembiayaan daerah yang berasal dari penerimaan pembiayaan yakni Silpa tahun lalu sebesar Rp22,9 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp5,5 miliar," katanya.zal/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026