Cetak sawah baru 500 hektare bantuan dari pusat terbagi di dua Kecamatan yaitu Daha Utara dan Angkinang, kini sudah mulai ada yang bisa ditanami padi oleh petaniKandangan (Antaranews Kalsel ) - Petani di daerah Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, mulai menanami sebagian lahan pertanian baru bantuan dari pemerintah pusat dengan padi unggul melalui sistem gogo rancah.
Bupati HSS Achmad Fikry di Kandangan, Selasa mengatakan, lahan sawah baru di Desa Kayu Habang Kecamatan Angkinang sudah mulai ditanami padi karena 50 persen lahan cetak sawah telah selesai.
"Cetak sawah baru 500 hektare bantuan dari pusat terbagi di dua Kecamatan yaitu Daha Utara dan Angkinang, kini sudah mulai ada yang bisa ditanami padi oleh petani," katanya.
Sebagian lagi, kata dia, terutama di Kecataman Daha Utara tepatnya di Desa Hamayung masih dalam proses penyemaian dan diharapkan juga segera ditanami.
Menurut Bupati, melalui penanaman lahan cetak sawah baru ini, akan mampu mengurangi jumlah kemiskinan di daerah ini, karena kini masyarakat memiliki lahan sawah untuk digarap.
"Bahkan warga yang dulunya mendapatkan bantuan raskin, dengan adanya lahan pertanian baru ini mereka kelak bisa tidak mendapatkan bantuan lagi nantinya," katanya.
Dengan bertambahnya luasan lahan pertanian di Kabupaten HSS, diharapkannya dapat meningkatkan hasil produksi padi yang dihasilkan dan lebih mensejahterakan masyarakat di daerah ini.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura HSS, Fathurrahman mengatakan, biaya cetak sawah per hektare, senilai Rp16 juta.
Selain cetak sawah baru, kata dia, dalam meningkatkan hasil produksi pertanian di Kabupaten HSS, juga terus dibagikan kepada para petani alat pertanian (alsintan) yang juga didapatkan dari bantuan pusat.
Saat ini, di Kabupaten HSS memiliki luasan tanam padi seluas 50.100 hektare yang tersebar di 11 kecamatan. Hingga Agustus 2016, sudah panen seluas 48.152 hektare. Dengan demikian, tersisa sekitar 2.000 hektare lagi yang belum panen.
Dari 11 kecamatan yang dimiliki, kata dia, hanya dua kecamatan yang tidak melakukan tanam dua kali setahun, yaitu di Kecamatan Daha Utara dan Loksado.
Ia mengatakan bahwa sebagian besar tanaman padi di Kabupaten HSS adalah varietas unggul dan hanya 20 persen yang menggunakan bibit padi lokal, terutama yang berada di daerah pegunungan.
Fathurrahman menegaskan bahwa HSS merupakan salah satu daerah penyangga pangan Provinsi Kalsel. Bukan hanya sektor pertanian, melainkan juga sektor perkebunan dan tanaman pangan lainnya.
Sektor perikanan dan peternakan, kata dia, kini sedang menjadi fokus pembangunan di daerah tersebut.
Melalui pertanian dan pengembangan tanaman pangan berkelanjutan, dia berharap akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pewarta: FathurrahmanEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.