Biaya kuliah memiliki andil tertinggi pemicu inflasi disusul tarif pulsa ponsel, tarif listrik, kue basah, telur ayam ras, rokok kretek filter, udang, ikan tongkol, parfum dan rokok putih,Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Biaya kuliah di akademi maupun perguruan tinggi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan memiliki andil tertinggi mempengaruhi laju inflasi dibanding komoditas lainnya pada bulan Agustus 2016.
Kepala Badan Pusat Statistik Kalsel Diah Utami di Kota Banjarbaru, Jumat mengatakan biaya kuliah menempati peringkat paling tinggi memicu inflasi di ibukota provinsi tersebut.
"Biaya kuliah memiliki andil tertinggi pemicu inflasi disusul tarif pulsa ponsel, tarif listrik, kue basah, telur ayam ras, rokok kretek filter, udang, ikan tongkol, parfum dan rokok putih," ujarnya.
Ia mengatakan, inflasi di Kalsel yang merupakan gabungan Kota Banjarmasin dan Kota Tanjung ibukota kabupaten Tabalong sekitar 300 kilometer dari Banjarmasin, sebesar 0,03 persen.
Disebutkan Diah didampingi Kabid Statistik dan Distribusi Arih Dwi Prasetyo, laju inflasi kumulatif 2016 sebesar 2,73 persen dan laju inflasi "year on year" sebesar 5,25 persen.
Menurut dia, inflasi di Banjarmasin bulan Agustus sebesar 0,07 persen dengan laju inflasi kumulatif sebesar 2,87 persen dan laju inflasi "year on year" 5,33 persen.
"Inflasi sebesar 0,07 persen berasal kenaikkan indeks harga konsumen (IHK) dari bulan Juli sebesar 125,21 menjadi 125,30 yang terjadi pada bulan Agustus," ungkapnya.
Sementara, komoditas mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain gula pasir, bawang merah, ikan gabus, beras, semangka, angkutan antar kota dan daging ayam.
Disebutkan, di Banjarmasin dari tujuh kelompok pengeluaran, lima kelompok mengalami kenaikkan indeks harga yakni kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,27 persen.
Kelompok sandang 0,17 persen, kelompok kesehatan 0,41 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga 1,71 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi sebesar 0,15 persen.
Dua kelompok mengalami penurunan indeks harga yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,63 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02 persen.
Sedangkan di Kota Tanjung terjadi deflasi 0,53 persen, laju inflasi kumulatif 0,85 persen dan laju inflasi "year to year" sebesar 4,15 persen dengan ikan gabus pemicu deflasi tertinggi.
Pewarta: Yose RizalEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.