Banjarmasin, (AntaranewsKalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor dan sejumlah bupati serta wali kota terlibat dalam lakon pergelaran teater kolosal berjudul "Perang Banjar" di lapangan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Sabtu malam.

Gubernur Sahbirin Noor memainkan lakon pemimpin perang bagi rakyat Banjar di bawah Kesultanan Banjar pada gelar teater klosal dari karya budayawan dan seniman Kalsel Alm H Adjum Arijadi ini.

Tidak hanya Paman Birin panggilan akrab H Sahbirin Noor yang terlibat, tapi ada juga Bupati Banjar H Kholirurrahman, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, Wali Kota Banjarbaru H Najmi Ridhani, dan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) H Abdul Latif.

Adapula Bupati Kotabaru Syaid Za`far, Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah, dan Bupati Tanjung Anang Sakhfiani.

Pentas teater yang menceritakan pecah Perang Banjar pada 12 April 1859 itu, dipentaskan cukup megah, bahkan melibatkan ratusan pemain hingga para anggota TNI dan Brimob Polda Kalsel, bahkan mobil panser juga diturunkan.

Menurut pengarah lakon Yadi Muriyadi, untuk pergelaran teater kolosal ini persiapannya singkat, hanya empat kali pertemuan latihan yang melibatkan gubernur dan para bupati/wali kota itu.

"Tapi kami menyukuri, pementasan ini bisa berjalan lancar, dan semua bisa memerankan masing-masingnya dengan baik," ujarnya lagi.

Menurut dia, sekitar 500 orang terlibat dengan pementasan ini, di antaranya dari TNI sebanyak 150 orang prajurit, dan Polri sekitar 100 orang belum lagi mahasiswa dan perwakilan di daerah.

Gubernur Sahbirin Noor menyatakan, dirinya sangat senang bisa terlibat pada penggarapan teater kolosal ini, hingga dia menginginkan nantinya bisa dibuat sebuah film tentang perjuangan masyarakat Banjar dari penjajahan Belanda ini.

"Slogan perlawanan masyarakat kita `waja sampai keputing` itu jangan sampai padam kapan pun," ujarnya lagi.

Dia mengungkapkan, pergelaran ini bertujuan juga untuk menguatkan kebersamaan di antara sesama pemangku pemerintahan, dan masyarakat, agar semangat perjuangan kemerdekaan yang banyak memakan korban jiwa pejuang ini bisa memotivasi membangun daerah lebih maju lagi.

"Kita gelorakan semangat pejuang kita lalu ke arah semangat kita membangun daerah. Merdeka. Selamat Hari jadi ke-66 Provinsi Kalsel," ujarnya pula.

Pewarta: sukarli
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026