Festival Budaya Pasar Terapung di Banjarmasin, Sabtu malam, yang kental dengan nuansa budaya daerah Banjar, Kalimantan Selatan, seakan menyedot ribuan penonton.
        
Jalanan kawasan tempat festival tersebut padat penonton, seperti di Jalan Jenderal Sudirman depan Kantor Gubernur Kalsel hingga Jembatan Merdeka dan Jalan Kapten Pire Tendean atau Pacinan Laut, demikian dilaporkan Minggu.
        
Akibat padatnya penonton festival yang digelar tiap tahun dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin dan pemerintagh provinsi (Pemprov) Kalsel itu, arus lalu lintas menjadi macet.
        
Untuk keluar dari kerumunan penonton mulai depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin hingga melewati Jembatan Merdeka yang berjarak cuma sekitar 300 meter, memakan waktu hampir satu jam dengan mengendarai sepeda motor.
        
Ribuan penonton itu bukan saja penduduk "kota seribu sungai" Banjarmasin, tapi juga dari daerah kabupaten/kota di Kalsel, bahkan warga asal daerah tetangga Kalimantan Tengah (Kalteng) turut menyaksikan festival budaya pasar terapung di malam hari tersebut.
        
Sementara festival yang digelar di Sungai Martapura dari Pasar Lama Banjarmasin sampai Jembatan Merdeka itu, tampak kemilau lampu dari beraneka ragam bentuk tangklong atau lampion, dengan arsitektur budaya Banjar masa lampau.
        
Sejumlah arsitekuor budaya Banjar kuno yang masih lestari sampai sekarang, antara lain lampion yang diolah menyerupai seekor naga yang menjulang dengan sinar lampu dari dalam binatang legendaris itu.
        
Selain itu, tak ketinggalan pula penampilan miniatur rumah adat Banjar, dengan arsitektur "bubungan tinggi" serta pertunjukan lain dari seni budaya khas daerah setempat. 
   
Pada kesempatan tersebut salah seorang turis asing asal Belanda, Thomas mengaku tertarik terhadap kebudayaan budaya Suku Banjar yang ada di Kalsel.
        
Thomas bersama pasangannya Ellen sengaja datang ke Kalsel untuk melihat Festival Budaya Pasar Terapung 2010 yang unik dan sarat dengan unsur budaya masyarakat Banjar.
        
"Jika festival itu merupakan agenda tahunan, maka kami akan senang dan bersedia untuk datang kembali ke Kota Banjarmasin," katanya.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026