Kepala Cabang PT Prima Vista Banjarmasin Kalimantan Selatan Lukman mengatkan bahwa jumlah penumpang KM Marina yang terbakar perairan Sungai Barito Banjarmasin berdasarkan manifes atau data pihaknya sebanyak 443 orang.
Pernyataan Lukman kepada ANTARA via telepon pada Senin siang, tersebut menjawab adanya simpang siur data terkait jumlah penumpang yang informasinya sebanyak 830 orang.
"Berdasarkan di data kami jumlah penumpang sebanyak 443 orang," katanya.
Menurut dia, pihaknya akan bertanggungjawab dan menanggung biaya pengobatan seluruh korban KM Marina yang terbakar tersebut termasuk memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal.
Tentang kendaraan yang terbakar, kata dia, seluruh berada pada tanggungan asuransi.
Menurut Lukman, kebakaran kapal terjadi akibat tabrakan antara KM Marina dengan tongkang batu bara yang melintas di sekitar perairan Gunung Meranti bui enam perairan sungai Barito pada Senin sekitar 7.30 Wita.
"Setelah tabrakan terjadi percikan api hingga terbakar," katanya.
Sementara itu, Komandan Lanal Banjarmasin, Kolonel Laut P Akhmad Wibisono mengungkapkan, diduga tabrakan kapal terjadi akibat kerusakan pada kemudi KM Marina.
Hal tersebut, kata dia, berdasarkan pantauan pihaknya dari komunikasi antara nahkoda KM Marina dengan Syahbandar melalui radio yang dimonitor langsung oleh pihaknya.
Akibat kerusakan pada kemudi tersebut, diduga membuat KM Marina tidak mampu menghindar pada saat ada tongkang yang melintas di lokasi kejadian.
Sebelumnya KM Marina Nusantara yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin terbakar di perairan Sungai Barito, Senin sekitar pukul 07.30 Wita.
Diduga kebakaran kapal terjadi sesaat setelah bertabrakan dengan tongkang batu bara di Pulau Kadap perairan Banjarmasin
Berdasarkan informasi kapal naas yang melakukan pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut membawa sebanyak 443 orang penumpang yang antara lain terdiri dari dewasa 394 orang, anak-anak 23 orang dan bayi 22 orang.
Salah seorang penumpang Arbainsyah, warga Jalan Sungai Andai Komplek Perdana Mandiri mengatakan, kapal mulai terbakar sekitar pukul 07.30 Wita sesaat setekah bertabrakan dengan tongkang batu bara Pulauat Tiga 330/22 di Pulau Kadap Perairan Sungai Barito.
"Kalau tidak salah setengah jam setelah bertabrakan dengan tongkang, lambung kapal mulai terbakar," katanya.
Diduga, api disebabkan dari gesekan mobil dengan badan kapal hingga mengeluarkan api.gun/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.