"Pasalnya iman dan taqwa benteng seseorang dari kebiasaan," ujar khatib dalam khutbahnya di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, sebelum Shalat Jumat.
Oleh karenanya khatib menekankan agar setiap orang Muslim meninggalkan atau minimal memelihara iman dan taqwa tersebut hingga akhir hayat.
Sebab, menurut khatib tersebut, mengabaikan iman dan taqwa merupakan lembah kebinasaan.
Ia menegaskan, pengertian lembah kebinasaan yaitu dunia menjadi neraka bagi orang yang mengabaikan iman dan taqwa. "Apalagi di alam akhirat kelak tak akan menempati surga Allah SWT," katanya.
Dalam khutbahnya, khatib menceriterakan Abu Hurairah - seorang sahabat Nabi Muhammad Saw yang terbanyak "merawikan" (meriwayatkan) Hadits Rasulullah.
"Suatu ketika Rasulullah Saw melihat Abu Hurairah menangis. Nabi pun bertanya : kenapa sahabatku menangis? Abu Hurairah menjawab antara lain; karena bekal belum cukup untuk menghadap ilahi rabbi," kutip khatib.
Berdasarkan ceritera Abu Hurairah tersebut, khatib mencoba menarik kesimpulan; bagaimana dengan seseorang yang melaksanakan kewajiban sekedar menggugurkan tuntutan.
Sebelum mengakhiri khutbah pertama yang berdorasi lebih kurang lima menit itu, khatib membacakan ayat-ayat suci Al Quran Surah Al Ashr.
Pengertian isi Surah Al Ashr tersebut : Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugia. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, saling ingat-mengingatkan kebenaran serta ingat-mengingatkan kesabaran (Wallahu 'alam).
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.