Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah akan mencurahkan isi hati (curhat) terutama yang berkaitan dengan provinsi itu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kebetulan  pak Nasib satu angkatan dengan Bapak Presiden SBY saat di Akademi Militer Nasional (AMN) dan Pak SBY mengundangnya ke Jakarta untuk bermain golf," ungkap Wakil Ketua DPRD Kalsel, H Riswandi, di Banjarmasin, Kamis.

"Padahal sempat bermain golf yang dijadwalkan 23 September 2011 itu, Pak Nasib, baik selaku Ketua DPRD Kalsel maupun pribadi akan curhat dengan Presiden SBY," ungkapnya.

Parmasalahan yang akan langsung dibicarakan dengan orang nomor satu di republik ini, antara lain, mengenai royalti yang pembagiannya terkesan kurang berkeadilan.

Hal itu penting sebagai daerah penghasil tambang, selama ini Kalsel cuma menerima sekitar 5,5 persen dari 13,5 persen royalti, yang dibagi-bagi dengan pemerintah provinsi (Pemprov) dan kabupaten/kota (Pemkab/Pemko).

Sedangkan persentase terbesar royalti tersebut pengelolaannya pemerintah pusat, lanjut anggota DPRD Kalsel dua periode dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Sebagai contoh penerimaan Kalsel dari royalti tambang batu bara tahun 2010 hanya sekitar Rp900 miliar, termasuk bagian untuk Pemprov sebesar Rp300 miliar.

"Semestinya, kalau dikaitkan dengan produksi batu bara Kalsel yang mencapai 100 juta metrekton pada 2010, maka kita menerima royalti bisa mencapai triliunan rupiah," demikian Riswandi.

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Komisi II bidang ekonomi keuangan DPRD Kalsel Ir Burhanuddin, berpendapat, pembagian royalti yang diterima provinsinya selama ini terkesan kurang adil.

"Karena nilai royalti yang Kalsel terima sangat kecil dan jauh tidak seimbang dengan kerusakan alam lingkungan akibat aktivitas pertambangan," lanjut Sekretaris Fraksi Partai Bintang Reformasi itu.

Sedangkan alam lingkungan yang rusak tersebut perlu perbaikan dengan biaya yang tidak sedikit, agar tidak menimbulkan bencana, demikian Burhanuddin./shn*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026