Kepala Bulog Kotabaru Supiansyah, di Kotabaru Sabtu mengatakan, apabila Pemkab Kotabaru memerlukan gula pasir dan daging impor untuk memenuhi kebutuhan di Kotabaru, pihaknya siap membantu.
"Kami kemarin diundang Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar membahas masalah barang sembako, tetapi belum pasti apakah benar Kotabaru memerlukan gula pasir dan daging impor, apabila benar kami siap menyampaikannya ke Bulog Wilayah," katanya.
Namun sampai saat ini, lanjut Supiansyah, Pemkab Kotabaru belum secara resmi meminta gula pasir dan daging impor.
Menurut Kepala Bulog, apabila benar meminta distribusi daging impor, pemerintah daerah perlu menyiapkan mesin pendingin atau menyiapkan dulu pihak yang akan menangani daging impor tersebut.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kotabaru H Mahyudiansyah, mengatakan, Pemkab Kotabaru segera berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) terkait pasokan daging impor untuk masyarakat Kotabaru.
Saat ini harga daging di Kotabaru sebesar Rp140.000 per kilogram, sehingga diperlukan langkah strategis untuk mengendalikan harga daging agar tidak terlalu mahal, di antaranya meminta Bulog apakah Kotabaru bisa meminta jatah daging impor harga murah.
Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, pemerintah harus bisa memberikan solusi masalah yang dihadapi masyarakat, terutama masalah naiknya harga barang kebutuhan pokok.
"Kami juga sudah konsultasi dengan Sekretaris Daerah bahwa kita segera melakukan rapat koordinasi bersama lembaga terkait, untuk mencari solusi masalah naiknya harga barang kebutuhan pokok di Kotabaru," paparnya.
Terpisah, Perusahaan Umum Bulog Kalimantan Selatan tidak membatasi pembelian daging impor bagi masyarakat maupun usaha mikro, kecil, dan menengah karena stok daging murah tersebut cukup banyak.
Kepala Bulog Divisi Regional Kalimantan Selatan Alwi Umri mengatakan tujuan dilaksanakannya operasi pasar daging impor untuk menjaga kestabilan harga daging menjadi Rp80 ribu per kilogram.
"Dengan demikian tidak ada pembatasan pembelian selama persediaan daging cukup," katanya.
Sejak awal Ramadhan, Bulog telah mulai melaksanakan operasi pasar daging murah di beberapa titik di Kota Banjarmasin.
Menurut Alwi, penjualan harga daging impor tersebut, sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan harga daging sapi dari Rp125 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram.
Selama Ramadan dan Lebaran Bulog Kalsel bakal mendistribusikan daging impor sebanyak 95 ton.
"Tahap pertama, Kalsel mendapatkan jatah operasi pasar daging sebanyak 95 ton yang akan datang secara bertahap, dan bila kurang bisa ditambah kembali," katanya.
Pewarta: Imam HanafiEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.