Empat calon jemaah haji asal Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, batal berangkat ke tanah suci Mekkah pada musim haji tahun ini.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh, Kementrian Agama setempat, Wahid Noorfajeri di Paringin, ibu kota Balangan, Rabu, menjelaskan, keempat calhaj tersebut dua diantaranya meninggal dunia dan dua lainnya menunda keberangkatan.
Ia mengatakan, dua orang yang menunda keberangkatan beralasan menunggu orang tua mereka dan akan diberangkatkan pada musim haji tahun depan.
Dengan batalnya empat orang tersebut, jumlah calhaj asal Balangan yang berangkat musim haji tahun ini sebanyak 102 orang dari jatah kuota sebelumnya yang berjumlah 106 orang jemaah.
Menurutnya, jumlah calhaj asal Balangan tidak mencukupi untuk keberangkatan dalam satu kelompok terbang atau kloter sehingga digabungkan dengan calhaj asal daerah lain di Kalsel.
"Calhaj asal Balangan digabung atau mendapat tambahan dari jemaah asal Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan dan Kota Banjarmasin sehingga jumlahnya cukup untuk satu kloter," katanya.
Jumlah calhaj asal Kabupaten Tapin yang bergabung sebanyak 195 orang, 12 orang jemaah dari Hulu Sungai Selatan dan 101 orang jemaah dari Kota Banjarmasin.
Berdasarkan jadwal yang telah ditentukan, calhaj asal Balangan akan diberangkatkan menuju Asrama Haji di Kota Banjarbaru pada tanggal 21 Oktober yang akan datang untuk kemudian pada keesokan harinya diberangkatkan menuju Jeddah.
Ia menambahkan, jumlah kuota keberangkatan haji untuk Balangan tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 88 orang.
"Calhaj yang berangkat tahun ini terdapat empat orang yang berusia di atas 60 tahun, sedang sisanya berusia rata-rata 40 tahun hingga 50 tahun," tambahnya.
Saat ini, calhaj asal Balangan sudah selesai mengikuti semua tahapan persiapan keberangkatan seperti latihan manasik, pemeriksaan kesehatan dan pembuatan passpor sehingga tinggal menunggu waktu keberangkatan.adi/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.