Pembangkit listrik sederhana hasil karya Hairudin dan Budi Rahman siswa kelas XI IPA SMAN 1 Jorong, dibantu guru pembimbing KIR, mampu menciptakan pembangkit listrik sederhanaPelaihari (Antaranews Kalsel) - Dua orang siswa SMAN 1 Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, berhasil mengembangkan pembangkit listrik siklus sederhana dari bahan limbah elektronik sebesar 1.000 watt.
"Pembangkit listrik sederhana hasil karya Hairudin dan Budi Rahman siswa kelas XI IPA SMAN 1 Jorong, dibantu guru pembimbing KIR, mampu menciptakan pembangkit listrik sederhana," ujar Guru Pembimbing Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMAN 1 Jorong Karyati di Pelaihari, Rabu.
Menurut dia, tercipta pembangkit listrik sederhana tersebut berawal dari keluhan anak didikinya tidak bisa belajar karena seringnya terjadi pemadaman listrik dari PLN.
Dari keluhan itu, sebut dia, sekolah mendorong para siswa untuk terus berkreasi agar belajar tetap berjalan, tanpa terganggu dengan pemadman listrik dari PLN.
Pada awalnya, sebut dia, pembangkit listrik siklus sederhana tersebut hanya mampu menyalakan satu buah lampu, namun setelah dilakukan pengembangan mampu menyuplai sebanyak 1.000 watt.
Pembangkit 1.000 watt tenaga listrik dihasilkan dari pembangkit listrik siklus sederhana itu, ucap dia, ternyata mampu menyalakan kipas angin, televisi hingga blender.
Bahkan, dalam bekerja tenaga listrik siklus sederhana tersebut, ungkap dia, tidak seberisik seperti genset, justru mudah dan praktis untuk digunakan.
Lebih lanjut dia mengemukakan, KIR SMAN 1 Jorong tidak hanya membuat listrik siklus sederhana, siswa juga berhasil membuat berbagai karya penelitian diantaranya, alat respirator sederhana pernapasan serangga, abon terbuat dari kulit buah Naga, dana dodol terbuat dari kulit buah Nangka.
Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah mengaku senang dengan hasil karya siswa SMAN 1 Jorong, Tanah Laut tersebut.
Berkaitan dengan keberhasilan pengembangan pembangkit listrik siklus sederhana itu, terang dia, pemerintah kabupaten terus mendukung penelitian yang dapat membanggakan Tanah Laut kedepannya.
Paling tidak, ungkap dia, Pemkab Tanah Laut akan mendukung apa yang dibutuhkan, sehingga pembangkit listrik siklus sederhana bisa disempurnakan jadi lebih baik.
Kemudian, sebut dia, dukungan yang diberikan Pemkab Tanah Laut itu berupa pembelajaran atau tambahan pembiayaan, sebab selama ini siswa belajar pembangkit listrik siklus sederhana melalui otodidak dan dana sendiri.
"Apabila pembangkit listrik siklus sederhana itu telah disempurnakan, maka akan digunakan di ruangan saya bekerja dan instansi pemerintah lainnya," katanya.
Pewarta: AriantoEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.