Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel), memberikan beasiswa khusus bagi pelajar dari daerah terpencil untuk mengatasi kurangnya tenaga kesehatan bidan di kabupaten tersebut.
Menurut Kepala Unit Pembantu Teknis Bagian Pelaksana Jaminan Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan HSS, Mursidi di Kandangan, Ibu Kota HSS, Senin, pada 2011 ini ada enam pelajar dari daerah terpencil mendapatkan beasiswa.
"Para pelajar itu mendapatkan beasiswa untuk memperoleh pendidikan ilmu kebidanan di Akademi Kebidanan (Akbid) di Kota Banjarmasin," ujarnya.
Setelah para penerima beasiswa tersebut menyelesaikan pendidikan ujarnya, mereka akan kembali dan mengabdikan ilmunya di daerah masing-masing.
"Hal tersebut merupakan salah satu cara yang ditempuh oleh pemerintah daerah agar dapat memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan bidan," katanya.
Selain itu, melalui cara tersebut dapat dihindari terjadinya tenaga kesehatan bidan yang pindah ke luar daerah setelah habis masa kontrak.
Pemenuhan tenaga kesehatan bidan biasanya dilakukan dengan cara perekrutan setiap satu tahun sekali oleh pemerintah daerah setempat.
Tenaga kesehatan bidan yang direkrut diberlakukan sistem kontrak untuk masa kerja selama lima hingga sepuluh tahun.
Namun tambahnya, seringkali setelah masa kontrak usai mereka akan pindah ke tempat lain maupun kembali ke daerah asal dan kontrak yang dijalani hanya sebagai batu loncatan saja.
"Dengan memberikan bea siswa kepada pelajar setempat, khususnya mereka dari daerah terpencil, tentunya hal tersebut dapat dihindari dan kebutuhan akan tenaga kesehatan bidan dapat diatasi," tambahnya.
Selain sebagai upaya pemenuhan tenaga kesehatan bidan, pemberian beasiswa juga dilakukan sebagai langkah pemberdayaan terhadap masyarakat setempat.
selain itu, diharapkan akan menjadi perangsang kepada masyarakat di pedesaan untuk menyekolahkan anak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Enam pelajar yang mendapatkan beasiswa pada 2011, masing-masing, dua orang dari daerah terpencil di Loksado, Kecamatan Loksado dan empat lainnya dari Bajayau, Kecamatan Daha Barat.adi/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.