Menurut seorang pembuat Ting-Ting Jahe di Desa Mahang Tangkujuh, Kecamatan Pandawan, sekitar 7 km dari Barabai, ibu kota Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Muhtadi, Rabu, camilan olahannya sering di bawa ke Timur Tengah.
"Masyarakat di HST banyak yang memiliki keluarga yang berdomisili di Mekkah. Mereka itulah yang sering mengirimkan Ting-Ting Jahe ke sana hingga cukup di kenal," ujarnya.
Ting-Ting Jahe merupakan camilan khas asal HST yang terbuat dari Jahe sebagai bahan utama dan bahan-bahan lain seperti gula pasir, kelapa dan kacang tanah.
Pembuatannya dilakukakan secara tradisional menggunakan peralatan memasak sederhana seperti kompor dan perlengkapan memasak lainnya.
"Ting-Ting Jahe buatan saya juga sering di pesan oleh pelanggan dari Kota Banjarmasin, Samarinda di Kalimantan Timur dan Palangkaraya di Kalimantan Tengah," katanya.
Selain nikmat untuk di konsumsi, Ting-Ting Jahe juga berkhasiat bagi kesehatan karena bahan dasarnya yang berupa Jahe dapat menghangatkan tubuh.
Ia menambahkan, pemesan dapat menyediakan dan menyerahkan bahan baku untuk di olah menjadi Ting-Ting Jahe atau tinggal membeli yang sudah jadi.
"Bila bahan baku disiapkan oleh pemesan, harga perkilogramnya hanya Rp17 ribu sebagai upah membuat saja," tambahnya.
Namun bila membeli Ting-Ting Jahe yang sudah siap harganya Rp40 ribu perkilogram.
Dalam satu hari, rata-rata ia dapat memproduksi Ting-Ting Jahe sebanyak 15 Kilogram dan dipasarkan dengan cara menitip di toko dan supermarket serta melayani pemesanan secara langsung, demikian Muhtadi.(adi/B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.