Badan Komunikasi Informatika Arsip dan Sandi Daerah Kotabaru Kalimantan Selatan menerima enam unit mobil "internet keliling", dari Kementrian Komunikasi dan Informatika.


Kasubsi Komunikasi pada Badan Komunikasi Informatika Arsip dan Sandi Daerah Kotabaru, Subrantas, Jumat, mengatakan enam unit mobil internet keliling tersebut masing-masing unit dilengkapi dengan enam laptop, satu server, mesin pembangkit listrik (genset) dan sarana yang lainnya.

Bantuan enam unit mobil internet keliling tersebut, ujar dia, akan dioperasikan untuk mendorong percepatan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi modern kepada pelajar dan masyarakat di pelosok desa di Kotabaru.

"Karena masih banyak desa dan dusun belum terjangkau oleh tekhnologi komunikasi yang baik, sehingga daerah tersebut menjadi daerah terisolasi," kata Subrantas.

Dengan bantun mobil internet keliling tersebut, ujar dia, para pelajar dan guru-guru di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kotabaru, terutama yang ada di daerah pelosok dapat memanfaatkannya untuk mendukung proses belajar mengajar.

"Jangan sampai pelajar yang ada di perkotaan saja yang bisa mengoperasikan internet, sementara mereka yang ada di desa dan pelosok ketinggalan jaman," ujarnya.   
    Layanan internet keliling nanti akan diberikan secara gratis, karena biaya opersional akan disiapkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Tujuan layanan internet keliling tersebut selain untuk memperkenalkan dan mempermudah akses internet kepada siswa dan masyarkat di pelosok desa, juga untuk membuka wawasan pengetahuan para siswa lewat media internet.

Sebelumnya, Camat Pulau Sembilan Jabir di Kotabaru, mengatakan, di wilayah Kecamatan Pulau Sembilan, sekitar 84 mil sebelah selatan Kotabaru, hingga saat ini masih ada beberapa desa yang terisolasi.

"Hingga saat ini belum ada sarana transportasi umum dan alat komunikasi yang bisa menembus ke beberapa desa di wilayah kerja kami," kata Camat Pulau Sembilan.

Ia mengatakan, akibat tidak adanya alat komunikasi dan transportasi umum tersebut, menyebabkan Desa Teluk Sungai dan Labuhan Barat di Pulau Maradapan menjadi daerah tertinggal dan terisolasi.

Hampir semua urusan masyarakat dan upaya pertolongan apabila terjadi musibah selalu terlambat.

 "Terlebih apabila ada warga kami yang sakit keras, kebanyakan mereka tidak dapat tertolong," katanya.

Masalah tersebut, ujar Jabir, telah disampaikan kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kotabaru, namun hingga saat ini belum ada tanggapan./C/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026